Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Penyebab Kaligata serta Gejala yang Ditimbulkan, Wajib Diketahui

6 Penyebab Kaligata serta Gejala yang Ditimbulkan, Wajib Diketahui Ilustrasi kaligata. ©Wikimedia Commons/James Heilman, MD

Merdeka.com - Kaligata atau biduran merupakan reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan yang disertai rasa gatal. Kaligata dapat muncul di seluruh bagian tubuh, bahkan tidak jarang muncul secara tiba-tiba.

Penyebab kaligata pada umumnya adalah adanya reaksi alergi terhadap suatu benda ataupun zat yang dapat mengakibatkan sistem imun mengeluarkan histamin. Zat histamin inilah yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai gejala kaligata ini.

Penyebab kaligata ini perlu diperhatikan agar kita dapat menghindarinya. Umumnya kaligata akan hilang dengan sendirinya ataupun dapat diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun, pada kaligata kronis, biasanya tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu dan juga terjadi berulang-ulang.

Untuk mengetahui secara rinci, berikut ini kami telah rangkum 6 penyebab kaligata serta gejala yang ditimbulkan yang dilansir dari Liputan6.

Sekilas Mengenai Kaligata atau Biduran

003 febrianti diah kusumaningrum

shutterstock

Sebelum membahas mengenai penyebab kaligata, kamu juga tentunya perlu mengenali penyakit ini terlebih dahulu. Kaligata atau biduran yang dalam bahasa medisnya dinamakan dengan urtikaria ini merupakan kondisi di mana kulit memiliki ruam yang menonjol dan gatal, muncul di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke area yang lebih besar.

Kondisi ini sebenarnya bukanlah penyakit yang membahayakan. Tapi penyakit ini bisa membuat kamu merasa tidak nyaman saat tidur atau saat beraktivitas karena sensasi gatal yang muncul.

Kaligata atau biduran ini biasanya lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun.

Biduran akut atau yang juga dikenal dengan urtikaria jangka pendek akan terjadi pada sekitar 1 dari 5 orang pada waktu tertentu dan bisa dialami sekali dalam seumur hidup.Sedangkan biduran kronis, atau urtikaria jangka panjang, lebih jarang terjadi.

Urtikaria biasanya terjadi pada anak-anak, wanita di antara usia 30–60 tahun, dan orang dengan sejarah alergi yang memiliki gejala gatal-gatal.

Penyebab Kaligata

Penyebab kaligata terjadi saat adanya paparan oleh reaksi alergi, bahan-bahan kimia pada makanan, sengatan serangga, paparan sinar matahari, atau obat-obatan. Hal-hal tersebut menyebabkan tubuh untuk mengeluarkan senyawa kimia yang disebut histamin.

Histamin ini akan menyebabkan pelepasan plasma dalam darah, sehingga memicu terjadinya rasa gatal dan pembengkakan jaringan di sekitarnya. Histamin dan zat kimia lain yang masuk ke dalam aliran darah inilah yang dapat menjadi penyebab kaligata atau biduran.Berikut ini beberapa penyebab kaligata secara umum:

1. Alergi MakananPenyebab kaligata yang pertama dapat disebabkan oleh adanya alergi makanan. Di antaranya seperti telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri. Bentol merah akibat biduran bisa langsung muncul sesaat setelah seseorang makan makanan pemicu alergi, namun ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala. Selain itu, biduran juga dapat dipicu oleh beberapa bahan makanan tambahan, termasuk pewarna buatan dan pengawet.

2. Reaksi Terhadap SuhuPenyebab kaligata yang berikutnya adalah adanya perubahan atau reaksi terhadap suhu contohnya paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang. Hal ini lebih berkaitan kepada kondisi kulit yang sangat sensitif dengan berbagai cuaca di luar ruangan.

Selain dengan menghindari pemicu gatal, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk mengobati biduran akibat perubahan cuaca atau suhu. Dengan begitu, kamu bisa menikmati musim panas maupun musim dingin tanpa khawatir akan terkena biduran yang berulang.

3. Adanya Penyakit TertentuKaligata atau biduran ini bukan sekadar rasa gatal dan bentol-bentol di kulit. Penyebab kaligata atau biduran juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada tubuh. Pasien dengan penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama memiliki gejala gatal-gatal mirip biduran. Namun, jenis bidurannya tergolong kronis sehingga dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan.

Selain itu, menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50 persen kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

Penyakit tiroid merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita biduran kronis, selanjutnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes tipe 1.

Penyebab Kaligata yang Lainnya

4. Keringat Setelah BerolahragaPenyebab kaligata yang keempat adalah adanya produksi keringat setelah olahraga. Saat berkeringat, tubuh memproduksi asetilkolin, yaitu bahan kimia yang menghambat pemecahan sel. Asetilkolin ini dapat mengganggu perkembangan sel-sel kulit sehingga kulit menjadi iritasi dan memicu ruam.

5. Alergi DebuPenyebab kaligata yang selanjutnya adalah adanya reaksi terhadap debu. Alergi terhadap tungau debu rumah juga bisa menjadi penyebab kaligata atau biduran.

Tumpukan debu yang terkumpul di sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi tungau. Tungau juga hidup dari sel-sel kulit mati yang kamu lepaskan setiap hari, maka dari itu, salah satu area favorit mereka adalah kasur, spreai, sela-sela jahitan pinggir kasur, bantal, bahkan di koleksi boneka anak.

6. StresPenelitian menunjukkan bahwa stres merupakan biang keladi dari berbagai penyakit fisik dan mental, termasuk menjadi penyebab kaligata atau biduran ini. Stres berlebihan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terkena masalah kulit yaitu biduran.

Stres dan amarah dapat membuat tubuh melepaskan histamin. Akibatnya, tubuh memberikan respon peradangan dengan memunculkan bentol merah seperti biduran. Dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Gejala Umum Kaligata

Setelah kita mengetahui apa saja penyebab kaligata, ada baiknya kita juga mengetahui beberapa gejalanya. Yang paling umum tentunya adalah munculnya bentol disertai rasa gatal yang berwarna kemerahan. Ukuran bentol berbeda-beda dan dapat muncul di seluruh bagian tubuh. Gatal dan kemerahan pada bentol dapat bertambah parah jika kamu mengalami stres atau terpapar suhu panas.

Selain itu, ada gejala lain yang umum terjadi seperti :- Pembengkakan pada bibir, kelopak mata, dan tenggorokan.- Reaksi anafilaksis yang menimbulkan gejala berupa pusing, mual, keringat dingin, dan sesak napas.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP