Wujud Rasa Syukur, Begini Tradisi Pesta Apem Warga Jepara di Bulan Syawal
Merdeka.com - Momen lebaran biasanya dimanfaatkan masyarakat muslim di Indonesia untuk saling bermaaf-maafan. Tak hanya kepada keluarga dan sanak saudara, permintaan maaf ini juga diberikan pada tetangga lingkungan sekitar.
Di Jepara, tradisi saling memaafkan ini diwujudkan dalam sebuah simbol, yaitu melalui acara yang disebut “barikan apem” atau “bodo apem”. Lalu bagaimana tradisi syawal ini mereka jalani? Berikut selengkapnya:
Pesta Makan Apem

©sukodono.desa.id
Dilansir dari Wikipedia.org, barikan apem merupakan pesta membuat dan makan apem warga Jepara setiap Jumat Wage bulan Syawal. Sebelum warga menyantap apem, makanan itu lebih dulu dibawa ke balai desa setempat untuk didoakan.
Setelah acara selamatan selesai digelar, apem itu kemudian dibagikan ke tetangga sekitar. Tak hanya ke sesama muslim, apem itu juga dibagikan kepada tetangga yang non-muslim.
Selain itu, acara ini digelar sebagai perwujudan permohonan maaf atas segala kesalahan setelah selesai melaksanakan ibadah puasa.
Prosesi Acara

©sukodono.desa.id
Di Desa Langon, Kabupaten Jepara, masyarakat desa harus terlebih dahulu menjalankan serangkaian ritual sebelum bisa menyantap apem-apem yang telah disediakan. Ritual yang harus diikuti seperti ziarah makam leluhur dan pengajian.
Setelah itu arak-arakan apem dimulai dari tugu perbatasan dengan Desa Ngabul kemudian menuju perbatasan Desa Sukodono, baru dibawa ke kantor balai desa. Saat puncak acara, masyarakat yang sebelumnya mengikuti arak-arakan tersebut langsung saling berebut, beradu cepat, mendapatkan apem sebanyak-banyaknya.
Kreasi Warga

©sukodono.desa.id
Dalam acara barikan apem di Desa Langon, Jepara, apem-apem itu dikemas dalam berbagai bentuk. Sedikitnya ada 16 gunungan apem berukuran besar beraneka bentuk yang diarak.
Selain bentuk gunungan, ada pula warga yang merangkai apem dalam bentuk lain. Arak-arakan itu semakin meriah dengan iring-iringan kesenian tradisional Jawa seperti Barongan Dencong, tari kuda lumping, dan iringan musik thekthek.
Warga setempat yakin bagi siapa saja yang makan apem setelah makanan itu diarak dan didoakan akan mendatangkan berkah. Sebab ritual apem itu diadakan sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya