Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ternyata Bukan Rumah Ibadah, Ini Kisah di Balik Kemegahan Gereja Gotik Sayidan

Ternyata Bukan Rumah Ibadah, Ini Kisah di Balik Kemegahan Gereja Gotik Sayidan Gereja Gotik Sayidan. ©2020 Brilio.net

Merdeka.com - Di tengah Kota Yogyakarta, terdapat sebuah bangunan megah bernuansa gotik. Orang-orang biasa menyebutnya dengan nama Gereja Gotik Sayidan. Sebagian masyarakat sekitar menganggap kalau bangunan itu merupakan cagar budaya yang telah berusia ratusan tahun.

Namun ternyata, kesemua fakta itu tidak benar. Pertama, bangunan itu bukanlah gereja melainkan sebuah rumah hunian. Kedua, bangunan itu belum genap berusia ratusan tahun karena baru dibangun pada 1979.

Lalu, kisah menarik apa yang ada di balik bangunan itu sehingga menjadi sorotan warga Jogja dan para wisatawan yang mengunjungi tempat itu? Berikut selengkapnya:

Bukan Gereja

gereja gotik sayidan

©2020 Brilio.net

Gereja Gotik beralamat di gang sempit Sayidan, Gondomanan, Yogyakarta. Joko, ketua RW setempat, mengatakan kalau bangunan itu bukanlah sebuah gereja. Sebutan gereja itu sebenarnya lahir dari masyarakat sendiri karena memiliki bentuk menyerupai gereja.

Padahal nyatanya bangunan itu merupakan rumah hunian yang dimiliki oleh Thietikhien dan keluarganya. Thietikhien merupakan warga keturunan Tionghoa yang dulunya memiliki usaha konveksi di rumah tersebut.

“Dulu bentuk rumahnya tidak seperti ini. Tapi setelah Thietikhien wafat, anaknya yang pulang dari Belanda merenovasi rumah tersebut,” ungkap Joko dikutip dari Brilio.net.

Rumah yang Ditinggalkan

gereja gotik sayidan

©2020 Brilio.net

Setelah menyelesaikan gelar spesialis kesehatan di Belanda, pada 1979 anak Thietikhien pulang ke Jogja dan merenovasi rumah itu sehingga tampak seperti gereja. Kemudian Ester Haryono (istri dari Thietikhien) yang merawat rumah tersebut. Di rumah itu mereka merintis usaha konveksi batik yang dikirim ke luar negeri.

Setelah Ester Haryono meninggal, para anaknyalah yang mengurus rumah tersebut. Bahkan anak bungsu dari Ester sempat tinggal di rumah tersebut walau akhirnya meninggalkannya juga. Kini, dia membuka sebuah museum di Kaliurang yang bernama Ullen Sentalu.

“Biasanya utusan dari ahli waris sering mengunjungi rumah untuk membayar pajak,” ungkap Joko.

Pernah untuk Syuting Video Klip

aku dan dirimu ari lasso

Aku Dan Dirimu - Ari Lasso ©2020 Merdeka.com/Instagram @ari_lasso

Selain digunakan untuk tempat tinggal, rumah itu sebenarnya pernah digunakan untuk syuting video klip Ari Lasso. Terlepas dari isu mistisnya, bangunan itu bukanlah gereja dan patung-patung yang menghiasi tiap sudutnya hanyalah hiasan.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP