Ketika Putri Marino berperan di Losmen Bu Broto, banyak pujian yang didapatkannya. Pujian itu berdasarkan kemampuannya berperan dengan dramatis.
Losmen Bu Broto adalah sebuah film yang diadaptasi dari serial televisi berjudul Losmen yang tayang di TVRI. Film yang berlatar kota Yogyakarta tersebut bercerita tentang keluarga yang mengelola sebuah losmen.
Di film yang disutradarai oleh Ifa Ifansyah dan Eddie Cahyono itu, Putri Marino berperan sebagai Mbak Pur. Usai memerankannya, Putri Marino ternyata sulit melepaskan karena suatu alasan.
Advertisement
Tak Mau Dilepaskan
Baru-baru ini, Putri Marino mengungkapkan pengalamannya pasca berperan di film Losmen Bu Broto. Pernyataan itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Herworld Indonesia.
Istri Chicco Jerikho itu mengaku, sebenarnya ia bisa langsung segera melepas karakter yang telah diperankannya. Tetapi untuk karakter Mbak Pur, ia memilih untuk enggan untuk melepaskan dan itu membuatnya merasa bersalah.
“Aku kalau mengeluarkan karakter bukannya lama tapi nggak mau, itu salahnya aku di situ,” ungkap Putri Marino.
Advertisement
Merasa Iba
Salah satu alasan mengapa Putri Marino enggan untuk melepaskan karakter Mbak Pur adalah ia merasa iba dengan karakter tersebut. Diceritakan di film itu, Mbak Pur adalah karakter yang hidupnya selalu terbayang-bayang dengan duka kematian suaminya.
“Jadi, saatnya ya sudah kita buang karakternya, kita lepaskan. Kalau aku kayak, boleh enggak sih kamu diam di aku. Aku kayak orang gila, terutama Mbak Pur. Mbak Pur itu kan depresif banget, berduka, dan mendem,” kata Putri Marino.
“Jadi waktu selesai itu, aku (kayak) aduh aku enggak bisa lepasin Mbak Pur. Kalau Mbak Pur aku lepasin entar dia sama siapa. Aku sampai segitunya banget,” tambahnya.
Advertisement
Konsultasi
Mengalami kejadian ini, Putri Marino lantas berkonsultasi dengan para seniornya, yaitu Reza Rahadian dan Christine Hakim. Mereka menyarankan agar Putri Marino melepas perannya dengan segera agar bisa totalitas untuk peran yang selanjutnya.
“Aku sempat cerita sama Mas Reza, sama Ibu Christine. Mereka bilang, 'itu nggak bagus buat kamu, karena itu sebagai seorang aktor kamu tuh kayak wadah, kamu isi karakter-karakter kamu'. Jadi satu film satu wadah,” ucap Putri Marino.
“Jadi, kalau kamu menempatkan di satu wadah, nanti aku akan over dan enggak bisa fokus di karakter lain, lepasin pelan-pelan,” pungkasnya.