Varian Omicron sudah masuk Indonesia. Dampak dari keberadaan varian dari Afrika Selatan itu mulai dirasakan berbagai daerah dengan kenaikan kasus COVID-19 yang signifikan.
Kenaikan itu juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bahkan pada hari Selasa (1/2), jumlah penambahan kasus mencapai lebih di atas 100 orang.
Berkaitan dengan kenaikan angka kasus COVID-19 tersebut, beberapa kabupaten di DIY mengatur kembali kebijakan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) yang sebelumnya sudah dilaksanakan dengan 100 persen.
Advertisement
Penularan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman banyak yang berasal dari lingkungan sekolah. Selain klaster penularan sekolah berasrama di Kecamatan Mlati, ada pula penularan salah satu SMP di Kecamatan Depok.
Dengan adanya kasus itu, sekolah bersangkutan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sehari.
“Kasus di sana bermula saat ada tenaga administrasi dan tata usaha (TU) mengeluhkan kondisi kesehatan. Saat diperiksa ternyata positif COVID-19. Tim Medis Puskesmas langsung melakukan pelacakan terhadap puluhan guru dan sekolah di sana. Pada 2 Februari 2022, sekolah itu minta izin melakukan PJJ satu hari dan pada 3 Februari sudah kembali PTM,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana dikutip dari ANTARA pada Selasa (1/2).
Advertisement
Berkaitan dengan penularan kasus, Pemkab Sleman menurunkan kapasitas PTM dari 100 persen menjadi 50 persen. Menurut Ery, keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-kabupaten/kota DIY.
Namun, penerapan itu diserahkan sepenuhnya pada masing-masing sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.
“Sedangkan untuk durasi pembelajaran di sekolah tetap enam jam pelajaran, hanya tidak semua siswa masuk ke sekolah karena kapasitas dibatasi 50 persen. Nantinya akan ada siswa yang masuk sekolah dan ada yang belajar daring,” kata Ery.
Advertisement
Sementara itu dari Kota Yogya, kebijakan PTM 100 persen belum sepenuhnya dijalankan. Penerapannya dilakukan secara bertahap seiring dengan cakupan vaksinasi anak 6-11 tahun. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan penularan COVID-19 di lingkungan sekolah cenderung bisa terkendali. Namun menurutnya kebijakan PTM 100 persen akan terus ia evaluasi.
“Kalau melihat kondisi sekarang, maka rencana itu harus dikaji dan dievaluasi bersama oleh dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga dengan dinas kesehatan serta akademisi. Mungkin dibutuhkan strategi atau aturan baru dalam pelaksanaan PTM di Kota Yogyakarta agar sebaran kasus tidak meningkat,” ujar Heroe.
Belum Ada Rencana Hentikan PTM
Dari Kabupaten Kulonprogo, pemerintah setempat belum menghentikan pembelajaran tatap muka, khususnya di taman kanak-kanak dan sekolah dasar, karena 99,67 persen kecamatan masuk zona hijau. Mereka hanya mengimbau soal protokol kesehatan yang diperketat.
“Kami sudah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di setiap sekolah. Sejauh ini, sarana dan prasarana serta penerapan protokol kesehatan kesehatan sudah bagus, hanya saja kondisi saat ini perlu ditingkatkan kembali,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Arif Praswoto, dikutip dari ANTARA pada Rabu (2/2).