Hati merupakan salah satu organ penting yang mempunyai beberapa peran besar untuk tubuh. Organ hati bekerja untuk menetralisir dan menawar racun, mengatur sirkulasi hormon dan mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula protein dan zat lain. Dengan fungsi-fungsi tersebut, dapat dipahami bahwa organ ini harus terjaga dengan baik. Jika tidak akan mendatangkan dampak yang berbahaya bagi tubuh, salah satunya gangguan fungsi hati.
Menjaga kesehatan fungsi hati tidak hanya penting untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Fungsi hati yang tidak dapat berjalan dengan baik dapat disebabkan oleh kondisi autoimun, efek samping jangka panjang dari penyakit lain, serta akibat keracunan baha kimia atau rempah, maupun konsumsi obat tertentu. Bahkan dikatakan bahwa fungsi hati bisa terganggu karena bawaan dari lahir.
Untuk itu, bagi semua orang tua perlu untuk memperhatikan dan mendeteksi kesehatan fungsi hati sedari dini, agar terhindar dari berbagai risiko yang membahayakan bagi anak. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa tanda gangguan fungsi hati yang dapat terjadi pada anak.
Advertisement
Mudah Memar dan Berdarah
Hati bekerja dengan vitamin K untuk menghasilkan fibrinogen, atau protein yang berperan penting dalam pengentalan darah. Jika terjadi gangguan fungsi hati pada anak, maka produksi fibrinogen yang dilakukan organ hati akan berkurang atau bahkan berhenti. Kondisi ini akan menyebabkan anak mudah memar dan berdarah.
Biasanya memar terjadi dengan tiba-tiba dan tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Jika disebabkan oleh cidera ringan saja, bisa timbul memar yang sangat besar dan menyakitkan. Memar yang timbul pada tubuh anak juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali normal, biasanya butuh beberapa minggu. Sedangkan ketika anak mengalami pendarahan, darah pun akan terus menerus keluar bahkan bisa lebih dari 10 menit.
Advertisement
Sering Merasa Gatal
Jika anak sering merasa gatal di seluruh atau bagian tertentu pada tubuh, ini bisa menjadi tanda terjadinya gangguan fungsi hati pada anak. Rasa gatal sering muncul terutama di area telapak tangan dan kaki. Rasa gatal ini semakin menguat ketika malam hari. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi orang tua, untuk mengetahui dan mendeteksi sejak dini jika memang terjadi gangguan fungsi hati pada anak.
Walaupun belum diketahui secara pasti penyebab rasa gatal ini, namun sempat dikatakan bahwa rasa gatal yang sering terjadi dipengaruhi oleh penumpukan asam empedu dalam darah. Hal ini bisa terjadi karena salah satu fungsi hati adalah mengatur komponen darah dengan zat-zat atau kandungan lain.
Advertisement
Tinja Berwarna Pucat Disertai Demam
Gangguan fungsi hati yang terjadi pada anak juga dapat dilihat dari tinja atau fases yang berwarna pucat. Hal ini bisa terjadi karena fungsi hati yang terganggu dapat mengurangi bahkan menghentikan produksi bilirubin, atau pigmen berwarna kuning kecokelatan yang umumnya ditemukan dalam darah, empedu juga tinja.
Dengan tidak adanya produksi bilirubin, tinja yang keluar bisa berwarna kuning pucat, krem bahkan putih. Kondisi ini biasanya disertai dengan terjadinya demam yang dirasakan anak. Demam yang dirasakan pun tidak diketahui dengan jelas penyebabnya.
Advertisement
Penyakit Kuning
Bukan hanya berkurang atau bahkan berhenti, produksi bilirubin pada aliran darah juga dapat meningkat secara tidak normal. Akibatnya timbul penyakit kuning, yang dapat dilihat dari mata dan kulit yang menjadi kuning. Ini bisa menjadi salah satu tanda terjadinya gangguan fungsi hati pada anak.
Jika timbul tanda-tanda penyakit kuning pada anak, hendaknya segera diperiksa ke dokter untuk memastikan apakah anak benar-benar mengalami gangguan fungsi hati atau yang lain. Semakin terdeteksi sejak dini, maka akan semakin memperkecil risiko buruk yang bisa terjadi.
Advertisement
Tidak Selera Makan Hingga Turunnya Berat Badan
Dikatakan, gangguan fungsi hati yang terjadi pada anak bisa mempengaruhi penyerapan nutrisi dari makanan serta produksi protein dan vitamin pada tubuh. Anak yang mengalami gangguan fungsi hati merasa kehilangan selera makan. Sehingga berat badan anak tidak kunjung naik, atau bahkan bisa menyebabkan penurunan secara drastis.
Di samping itu, anak juga sering merasakan mual, muntah, hingga kelelahan dan kehilangan stamina. Ini adalah tanda bisa terlihat dan perlu diwaspadai. Jika menemukan tanda-tanda tersebut pada anak, lebih baik segera konsultasikan pada dokter agar dapat mengetahui secara pasti.
Advertisement
Perubahan Kondisi Mental
Gangguan fungsi hati yang sudah lama terjadi pada anak dan tidka mendapatkan penanganan dan perawatan yang baik maka bisa menyebabkan perubahan kondisi mental anak.
Anak yang sudah mengalami kondisi ini biasanya sering bingung, selalu mengantuk, delirium atau lingling atau tidak dapat berpikir secara jernih, bahkan bisa mengakibatkan koma. Kondisi perubahan mental yang terjadi pada anak dikatakan terjadi akibat racun yang menumpuk di otak, karena hati tidak dapat melawan dan menetralisirnya secara normal.