Peristiwa 23 Agustus: Peringatan Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya
Merdeka.com - Seperti diketahui, setiap orang memiliki hak untuk hidup dengan baik. Terlebih lagi di masa modern seperti saat ini, tentu hak dan kebebasan bagi setiap orang semestinya terjamin dengan baik. Sayangnya, pemahaman ini belum sepenuhnya diterapkan pada masyarakat.
Bukan hanya itu, perdagangan orang juga masih menjadi masalah yang diperhatikan di masyarakat. Masih terdapat oknum di masyarakat yang melakukan perdagangan orang untuk berbagai kepentingan. Termasuk salah satunya perdagangan orang yang dijadikan budak bagi kelompok tertentu.
Ini menjadi isu penting yang perlu dipahami oleh setiap masyarakat. Dalam hal ini, United Nations, Educational, Scientific, and, Cultural Organization (UNESCO), menetapkan hari peringatan perdagangan budak dan penghapusannya pada 23 Agustus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Penetapan peringatan ini diangkat dari peristiwa 23 Agustus di mana masyarakat di Haiti dan Republik Dominika menyaksikan awal pemberontakan untuk menghapuskan perdagangan budak transatlantik. Peringatan ini pertama kali dilakukan pada tahun 1988 di sejumlah negara.
Meskipun kini sudah banyak negara memperingati Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya setiap 23 Agustus, namun tidak sedikit masyarakat yang masih awam dengan isu ini. Dengan begitu, kaum pemuda, pendidik, dan seluruh masyarakat perlu mengedukasi sesama untuk meningkatkan kesadaran tentang isu ini.
Melansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum sejarah peristiwa 23 Agustus atau peringatan Hari Perdagangan dan Penghapusannya, bisa Anda simak.
Sejarah Peristiwa 23 Agustus: Peringatan Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya

©2017 CNN
Peristiwa 23 Agustus 1791 yang kini diperingati sebagai Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya, dilatarbelakangi oleh tragedi pemberontakan di Santo Domingo, atau yang sekarang dikenal dengan Haiti dan Republik Dominika. Tragedi pemberontakan ini berperan besar pada penghapusan perdagangan budak transatlantik.
Pemberontakan budak di daerah tersebut melemahkan sistem kolonial Karibia, memicu pemberontakan yang berujung pada penghapusan perbudakan dan menghasilkan kebebasan dan kemerdekaan pada pulau tersebut. Ini menandai awal kehancuran sistem perbudakan, perdagangan budak dan kolonialisme.
Dengan peringatan yang dilakukan setiap 23 Agustus ini diharapkan masyarakat semakin menyadari tentang isu perbudakan yang ada. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengkampanyekan masalah ini. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mengawasi di lingkungan sekitar jika masih ditemukan kasus perdagangan budak.
Pertama Kali Diperingati pada 1998
Peristiwa 23 Agustus yang diperingati sebagai Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya, pertama kali dilakukan pada tahun 1998 di berbagai negara, termasuk Haiti.
Sedangkan Senegal pertama kali memperingati Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya pada tahun 1999. Setiap tahun Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengingatkan masyarakat internasional tentang pentingnya memperingati hari ini.
Tanggal ini juga memberikan penghormatan kepada mereka yang bekerja keras untuk menghapuskan perdagangan budak dan perbudakan di seluruh dunia. Komitmen dan tindakan yang digunakan untuk melawan sistem perbudakan ini berdampak pada gerakan hak asasi manusia.
Meskipun tidak ditetapkan sebagai hari libur umum, namun diharapkan kesadaran masyarakat tentang peringatan Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya semakin meningkat. Semakin banyak masyarakat yang sadar tentang isu ini, semakin banyak pula pihak yang mendukung kehidupan yang damai dan merdeka bagi setiap orang.
Sebab hak kebebasan bagi setiap orang perlu dilindungi dan dijamin dengan baik. Sehingga bisa tercipta masyarakat yang adil dan sejahtera.
Hal yang Perlu Dilakukan

©AFP PHOTO/UGENG NUGROHO/KKP
Setelah mengetahui sejarah peristiwa 23 Agustus di Haiti yang kini diperingati sebagai Hari Perdagangan Budak dan Penghapusannya, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendukung gerakan ini. Biasanya, setiap tahun PBB mengundang orang-orang di seluruh dunia, termasuk pendidik, siswa, dan seniman, untuk menyelenggarakan acara yang berpusat pada tema hari ini.
Perusahaan teater, organisasi budaya, musisi, dan seniman ambil bagian pada hari ini dengan mengekspresikan perlawanan mereka terhadap perbudakan melalui pertunjukan yang melibatkan musik, tari, dan drama.
Jika Anda bekerja sebagai pendidik, Anda bisa mempromosikan hari ini dengan mengedukasi masyarakat tentang peristiwa sejarah terkait perdagangan budak, konsekuensi, dan sikap toleransi serta hak asasi manusia. Banyak organisasi, termasuk asosiasi pemuda, lembaga pemerintah, dan organisasi non-pemerintah, secara aktif ambil bagian dalam acara tersebut untuk mendidik masyarakat tentang konsekuensi negatif dari perdagangan budak.
Lewat edukasi yang diberikan, Anda sudah berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu ini. Terlebih lagi, saat ini kasus perdagangan orang masih ditemukan di berbagai belahan dunia.
Artinya, masalah ini memerlukan perhatian dan dukungan masyarakat untuk segera dientaskan. Semakin banyak masyarakat yang menyadari dan mendukung hal ini, maka langkah perubahan bisa dilakukan dengan baik. Dengan adanya media sosial, kini Anda juga bisa menyebarkan edukasi di masyarakat dengan lebih mudah.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya