Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Gondongan yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

Penyebab Gondongan yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya penyakit gondok. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gondongan menjadi salah satu penyakit yang biasa dialami oleh banyak orang. Biasanya, gondongan ditandai dengan pembengkakan pada pipi penderita. Gondongan bisa dialami oleh siapa saja, namun penyakit ini umumnya diderita oleh anak-anak.

Melansir dari Mayo Clinic, gondongan adalah peradangan kelenjar parotis akibat infeksi virus. Kelenjar parotis sendiri terletak di bawah telinga dan berfungsi memproduksi air liur. Gondongan bisa terjadi ketika kelenjar parotis mengalami peradangan akibat infeksi virus golongan paramyxovirus.

Virus yang menyebabkan gondongan tersebut bisa menyebar melalui percikan air liur dan lendir yang keluar dari mulut dan hidung penderitanya. Selain itu, ada beberapa penyebab gondongan yang perlu diwaspadai.

Lantas, apa saja penyebab gondongan dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Mayo Clinic:

Penyebab Gondongan yang Perlu Diwaspadai

penyakit gondok

istockphoto.com

Seperti yang sudah diketahui, gondongan merupakan infeksi virus yang menyerang kelenjar parotid dan menyebabkan pembengkakan. Gondongan sendiri menjadi jenis penyakit menular yang biasanya diidap oleh anak-anak. Penyebaran virus gondongan mirip dengan penyebaran virus flu, yaitu melalui air liur yang terkontaminasi.

Penularan virus gondongan bisa terjadi saat Anda secara tidak sengaja menghirup percikan air liur dari pengidap gondongan saat pengidap bersin atau batuk. Selain itu, penyebaran virus gondongan bisa terjadi secara tidak langsung, seperti menggunakan peralatan makan yang sama dengan pengidap gondongan. Berikut beberapa penyebab gondongan yang perlu diwaspadai:

• Menyentuh benda-benda di sekitar pengidap gondongan, lalu menyentuh hidung dan mulut.

• Berbagi alat makan dan minum dengan pengidap gondongan.

• Melakukan kontak langsung dengan penderita.

• Terhirup percikan lendir saat bersin, penderita batuk, dan berbicara.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, virus gondongan akan masuk ke saluran pernapasan melalui hidung, mulut atau tenggorokan. Setelah itu, virus akan bergerak menuju kelenjar parotid untuk bertahan, kemudian berkembang biak, dan berinkubasi sekitar dua hingga tiga minggu.

Faktor Risiko Penyebab Gondongan

penyakit gondok

©2020 Merdeka.com

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terjadinya gondongan, di antaranya sebagai berikut:

• Memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penggunaan obat kortikosteroid, pengidap HIV/AIDS, atau kemoterapi.

• Berusia 2-12 tahun.

• Kontak fisik dengan pengidap gondongan.

• Belum mendapatkan vaksin MMR untuk mencegah penyakit gondongan, campak, dan rubella.

Gejala Gondongan

Seseorang yang terinfeksi virus gondongan, biasanya akan mengalami beberapa gejala. Adapun gejala gondongan akan muncul 14-25 hari setelah terinfeksi virus. Berikut beberapa gejala gondongan yang perlu diwaspadai, di antaranya:

• Nyeri sendi

• Kehilangan nafsu makan

• Nyeri perut

• Mulut kering

• Demam

• Pipi bengkak

• Sakit kepala

• Kesulitan mengunyah atau menelan makanan

Cara Mengatasi Penyakit Gondongan

Penyakit gondongan dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Tentu saja penyakit tersebut akan cepat pulih jika sistem imun penderita baik. Ada beberapa cara mengatasi gondongan secara alami, di antaranya:

• Memperbanyak minum air putih.

• Mengonsumsi makanan lunak dan mudah dikunyah.

• Mengonsumsi pereda demam dan nyeri.

• Memperbanyak istirahat dan tidur yang cukup.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP