Murni Pengeroyokan, Ini 3 Fakta Terbaru Kasus Konflik Pemuda di Jepara

Rabu, 18 Mei 2022 15:00 Reporter : Shani Rasyid
Murni Pengeroyokan, Ini 3 Fakta Terbaru Kasus Konflik Pemuda di Jepara Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus penganiayaan terhadap seorang pemuda di Jepara yang terjadi pada Minggu sore (15/5) perlahan-lahan menemui titik terang.

Kepolisian Resor Jepara menegaskan bahwa kematian FR (30), warga Desa Muryolobo, Nalumsari, bukan disebabkan karena tawuran antar desa, melainkan murni karena pengeroyokan. Namun hingga kini polisi masih melakukan pengembangan kasus.

Lantas seperti apa kabar terkini dari kasus tersebut? berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Bukan Tawuran Pemuda Desa

tim patroli perintis presisi

©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Warsono mengatakan, selama ini informasi yang beredar di tengah masyarakat adalah peristiwa yang menyebabkan kematian FR disebabkan oleh tawuran antar pemuda desa yang disebabkan karena adanya dendam lama.

“Jadi ini murni kasus pengeroyokan, bukan tawuran antar pemuda. Hingga kini kami masih melakukan pengembangan kasusnya,” kata Kapolres Jepara, AKBP Warsono, dikutip dari ANTARA pada Selasa (17/5).

Lebih lanjut, Warsono mengatakan bahwa warga Jepara senang dengan situasi yang damai dan harmonis, bukan konflik.

“Malam ini (17/5), Polres Jepara bersama Kodim 0719/Jepara dipimpin Dandim melaksanakan patroli dialogis berskala besar di Kecamatan Nalumsari, khususnya di Desa Muryolobo, Bendanpete, dan Ngetuk,” ujar Warsono.

Menurutnya, patroli tersebut berguna untuk memberikan edukasi dan informasi yang valid kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar.

3 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

011 hikmah wilda amalia
©2015 Merdeka.com

Dilansir dari ANTARA, kasus tewasnya FR bermula saat dia bersama dua orang temannya hendak membeli makan di depan Pasar Gandu, Desa Bendanpete, Nalumsari, usai menonton pertunjukan musik pada Minggu (15/5) sekitar pukul 17.00. Saat itu korban dikeroyok oleh sejumlah pemuda hingga korban meninggal di tempat kejadian.

Hingga kini, kasus ini masih berada pada penyelidikan polisi. Warga Desa Muryolobo pun diminta untuk mengendalikan diri guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Percayakan penanganan perkara ini kepada kami, tolong warga dapat mengendalikan diri. Jangan mudah terprovokasi dan jangan main hakim sendiri karena dampaknya justru akan merugikan masyarakat,” kata Warsono dikutip dari ANTARA.

4 dari 4 halaman

Puluhan Personel Berjaga

ilustrasi polisi

©2021 Merdeka.com

Pasca kejadian itu, tim gabungan TNI dan Polri disiagakan di perbatasan Desa Muryolobo dan Desa Ngetuk guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Setidaknya ada 50-an personel yang diterjunkan.

“Untuk situasi di kedua desa tersebut saat ini cukup kondusif,” kata Warsono dikutip dari ANTARA.

Ia mengaku sudah beberapa kali menemui sejumlah pihak dari kedua desa tersebut untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Baca juga:
Pemuda di Jepara Tewas Dibacok Pedang, Satu Pelaku Pengeroyokan Diamankan
Tuduh dan Aniaya Warga Manado Pencuri Anjing, 9 Pelaku Ditangkap Polisi
Kirim Surat dari Penjara, Ini Isi Pesan Haru Putra Siregar untuk Istri
Tiga Terduga Provokator Pengeroyokan Polisi di Cakung Ditangkap, Ini Motifnya
Polisi Dikeroyok Massa saat Tangkap Pelaku Jambret di Cakung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini