Mengenal Husband Stitch Setelah Proses Persalinan, Ini Beberapa Faktanya

Senin, 24 Januari 2022 15:18 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Mengenal Husband Stitch Setelah Proses Persalinan, Ini Beberapa Faktanya Ilustrasi hamil. ©shutterstock.com/elesuc

Merdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, istilah Husband Stitch menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet. Istilah Husband Stitch atau jahitan suami mengacu pada jahitan tambahan yang dilakukan pada beberapa wanita setelah persalinan, khususnya saat terjadi robekan pada bagian perineum.

Konon, jahitan yang dilakukan untuk memperbaiki robekan alami setelah melahirkan ini, bertujuan untuk mengencangkan vagina seperti kondisi sebelum melahirkan. Dengan alasan inilah, tindakan ini disebut dengan istilah Husband Stitch.

Meskipun baru ramai dibahas saat ini, namun sebenarnya fenomena Husband Stitch ini sudah ada sejak pertengahan tahun 1950-an. Hal yang mungkin belum diketahui banyak orang, bahwa tindakan menjahit bagian vagina ini bukan merupakan prosedur medis resmi yang dibutuhkan.

Bahkan dikatakan, beberapa wanita menerima Husband Stitch tanpa adanya persetujuan terlebih dahulu. Tak heran, jika kini fenomena yang telah terjadi bertahun-tahun ini menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Bahwa ini dinilai memberikan kerugian bagi kaum wanita dan keuntungan tanpa alasan jelas bagi laki-laki.

Dengan begitu, penting bagi masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, untuk mengedukasi diri tentang fenomena Husband Stitch yang mungkin masih terjadi hingga kini. Dengan edukasi yang baik, tentu akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung kesetaraan terhadap perempuan.

Dilansir dari Medical News Today, berikut kami merangkum beberapa informasi dan fakta mengenai Husband Stitch perlu Anda simak.

2 dari 4 halaman

Mengenal Husband Stitch

007 yoga tri priyanto
© TheRichest.com

Husband Stitch atau jahitan suami merupakan tindakan operasi yang dilakukan untuk mengencangkan vagina setelah melahirkan, terutama saat bagian perenium pada vagina wanita robek saat proses persalinan. Dalam hal ini, dokter kandungan mengencangkan pintu masuk vagina dengan memberikan beberapa jahitan tambahan.

Dokter menyatakan bahwa prosedur ini dapat meningkatkan kesejahteraan wanita dengan menjaga ukuran dan bentuk vagina, baik untuk meningkatkan frekuensi orgasme atau untuk meningkatkan kenikmatan pria dalam hubungan seksual.

Jalan lahir vagina adalah otot yang dapat melebar (meregang) yang memungkinkan bayi untuk lahir. Terkadang, lubang vagina tidak cukup lebar untuk menampung kepala bayi. Daripada mempertaruhkan robekan vagina yang serius, dokter atau bidan dapat melakukan episiotomi.

Episiotomi adalah sayatan melalui perineum, yang merupakan area antara lubang vagina dan anus. Episiotomi memperluas lubang vagina, memungkinkan bayi untuk melewatinya dengan lebih mudah.

Secara umum, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menganjurkan penggunaan rutin episiotomy untuk wanita yang menjalani persalinan pervaginam langsung. Namun dokter atau bidan dapat melakukan prosedur ini jika terjadi komplikasi selama proses persalinan.

Persalinan normal dapat menyebabkan robekan pada vagina, dan robekan ini terkadang meluas ke bagian rektum. Dalam beberapa kasus, mungkin tindakan jahitan diperlukan, namun perlu diperhatikan adalah bahwa jahitan tidak boleh meluas ke luang vagina. Terutama jika prosedur ini dilakukan tanpa alasan yang jelas, termasuk menjaga bentuk vagina untuk meningkatkan orgasme wanita atau kenikmatan pria saat berhubungan seksual.

3 dari 4 halaman

Fakta tentang Husband Stitch

Setelah mengetahui pengertian umum, terdapat beberapa fakta yang tak kalah penting untuk diketahui. Beberapa fakta ini perlu dipahami, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan seksual dan reproduksi, baik untuk wanita maupun pria.

Berikut beberapa fakta mengenai Husband Stitch yang perlu Anda ketahui:

  • Husband stitch bukan merupakan prosedur medis resmi. Tidak ada penelitian atau dokumen medis yang memverifikasi seberapa sering prosedur dilakukan atau berapa banyak wanita yang menerima jahitan suami.
  • Wanita tidak mungkin meminta Husband Stitch karena sebagian besar orang tidak terbiasa dengan istilah ini. Jika seorang wanita memiliki otot vagina yang buruk setelah persalinan dan terjadi disfungsi seksual, jenis operasi kosmetik seperti vaginoplasty dapat menjadi pilihan medis yang bisa dilakukan.
  • Beberapa wanita melaporkan bahwa mereka telah menerima jahitan ini tanpa persetujuan. Menurut WHO, ketika penyedia layanan kesehatan melakukan episiotomi, anestesi lokal yang efektif dan persetujuan ibu sangat penting. Namun, seorang wanita mungkin tidak mengetahui seberapa luas perbaikan perineum yang dilakukan hingga mulai mengalami rasa sakit atau masalah selama pemulihan pasca-persalinan.
  • Husband Stitch tidak memberikan kenikmatan seksual bagi salah satu pasangan. Menjahit lubang vagina lebih kencang justru mungkin akan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual, baik bagi wanita maupun laki-laki.
  • Untuk mencegah Husband Stitch, wanita harus berdiskusi dengan dokter kandungan tentang rencana kelahiran yang diinginkan. Penting juga untuk bertanya secara spesifik, seberapa sering dokter melakukan episiotomi, apa saja prosedurnya, dan bagaimana risikonya.
4 dari 4 halaman

Komplikasi

ini 7 waktu yang paling tepat untuk berhubungan seksualwww.idiva.com

Setelah mengetahui berbagai fakta mengenai Husband Stitch, terdapat beberapa risiko komplikasi yang perlu diperhatikan. Baik tindakan episiotomi atau beberapa robekan vagina yang membutuhkan jahitan, secara umum dapat sembuh tanpa masalah. Namun sebagian orang mungkin mengalami beberapa komplikasi dari episiotomi atau jahitan suami.

Berikut beberapa komplikasi yang perlu Anda ketahui:

  • Peningkatan rasa sakit di bagian sayatan
  • Perdarahan persisten atau meningkat
  • Kebocoran urin atau feses
  • Tanda-tanda infeksi, seperti nanah, bau tidak sedap, atau pembengkakan di tempat sayatan
  • rasa sakit yang berkepanjangan di bagian vagina
  • Tidak bisa atau kesulitan menggunakan tampon
  • Peningkatan risiko harus menjalani episiotomi lagi pada kelahiran berikutnya
  • Pembentukan jaringan parut
  • Trauma emosional

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa Husband Stitch merupakan jahitan tambahan yang diterima sebagian wanita selama perbaikan episiotomi atau robekan vagina. Prosedur ini dilakukan setelah melahirkan untuk mengurangi ukuran lubang vagina wanita.

Meskipun begitu, ini merupakan prosedur using yang tidak memiliki manfaat atau kegunaan yang disetujui secara medis. Dengan hal itu, penyedia layanan kesehatan tidak bisa sembarang dilakukan terutama tanpa persetujuan dari pasien.

[ayi]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. Ragam
  4. Persalinan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini