Mengenal Generasi Sandwich dan Faktor Stres yang Dihadapi, Perlu Diketahui

Jumat, 26 November 2021 10:13 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Mengenal Generasi Sandwich dan Faktor Stres yang Dihadapi, Perlu Diketahui Ilustrasi stres. Shutterstock/Lighthunter

Merdeka.com - Dalam beberapa waktu terakhir, ramai dibahas di berbagai media sosial mengenai generasi sandwich. Sandwich generation atau generasi sandwich merupakan sebutan yang sering ditujukan pada kelompok orang yang memiliki beberapa tanggungan dalam keluarga. Bukan hanya tanggung jawab kepada anak, tetapi juga tanggung jawab pada orang tua yang sudah mulai tua.

Bukan hanya dalam hal pengasuhan dan pendampingan, generasi sandwich ini juga mempunyai beban finansial yang lebih besar dibandingkan yang lainnya. Di satu sisi harus memenuhi kebutuhan keluarga pribadi yaitu untuk istri atau suami serta anak-anak. Di sisi lain juga perlu memenuhi kebutuhan bagi orang tua yang mungkin sudah memasuki masa pensiun atau tidak produktif.

Tidak heran, jika faktor stres yang dialami oleh generasi sandwich lebih banyak dan beragam. Di mana pola kehidupannya semakin berfokus pada keluarga sehingga kesulitan untuk mendapatkan waktu untuk diri sendiri dan mengelola hubungan dengan orang lain. Belum lagi risiko tubuh dan pikiran lelah dengan aktivitas pekerjaan di tempat kerja.

Tentu ini menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dilalui. Dengan begitu, penting bagi orang-orang yang termasuk dalam kategori generasi sandwich untuk meningkatkan kemampuan mengelola stres dengan baik agar hidup bisa seimbang.

Dilansir dari laman Senior Living, berikut kami merangkum pengertian, faktor stres, dan cara mengatasi stres pada generasi sandwich yang bisa Anda simak.

2 dari 4 halaman

Mengenal Generasi Sandwich

besar
©thelearningcommunity.us

Hal pertama yang perlu Anda pahami adalah pengertian dari generasi sandwich. Generasi sandwich merupakan istilah yang ditujukan kepada individu yang terjepit di antara tanggung jawab kepada orang tua yang sudah menua dan pengasuhan anak-anak dalam keluarganya. Dalam hal ini, pengasuhan anak dan orang tua dilakukan secara bersamaan, termasuk tanggung jawab berupa finansial untuk memenuhi kebutuhannya.

Terdapat beberapa jenis generasi sandwich dengan karakteristik yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

  • Generasi sandwich tradisional: adalah orang dewasa yang berusia 40 hingga awal 50-an mempunyai tanggung jawab orang tua yang sudah lansia dan anak-anak dewasa, yang sama-sama membutuhkan bantuan keuangan dan bantuan lainnya.
  • Generasi sandwich kelompok: adalah orang dewasa lebih tua dengan usia 50 atau 60-an mempunyai tanggung jawab orang tua yang sudah menua, anak-anak dewasa, dan mungkin cucu. Istilah ini juga dapat merujuk pada orang dewasa muda berusia 30 hingga 40 yang memiliki anak kecil, dengan tambahan tanggungan orang tua yang menua, dan kakek nenek lansia.
3 dari 4 halaman

Faktor Stres Generasi Sandwich

Setelah mengetahui pengertian dan jenisnya, perlu dipahami bahwa generasi sandwich mempunyai risiko stres yang lebih besar. Banyaknya orang yang harus ditanggung dalam keluarga, membuat generasi sandwich mempunyai beban finansial yang semakin besar. Hal ini tidak lain, karena mereka memainkan peran ganda, yaitu sebagai anak yang bertanggung jawab pada orang tua, dan sebagai orang tua yang bertanggung jawab pada anak dalam keluarga.

Berikut beberapa faktor stres yang sering dialami oleh generasi sandwich:

  • Kelelahan fisik dan perasaan dalam hal pengasuhan, mungkin juga mengalami depresi, rasa bersalah dan isolasi.
  • Masalah dalam mengatur waktu untuk menjadi pasangan, orang tua, dan anak yang baik secara bersamaan.
  • Kesulitan mengelola pekerjaan, hobi, hubungan, dan waktu untuk diri sendiri.
  • Mengalami masalah psikologis saat harus berjuang membagi tenaga dan waktu untuk berbagai hal setiap hari.
4 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Stres pada Generasi Sandwich

di tempat kerja©Shutterstock

Setelah mengetahui beberapa faktor stres yang sering terjadi pada generasi sandwich, terakhir terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola kondisi stres yang ada. Dalam hal ini, Anda membutuhkan dukungan dari pasangan, anak-anak, dan orang tua untuk bisa bekerja sama dengan baik, saling meringankan beban tanggung jawab satu sama lain. Berikut beberapa cara mengatasi stres pada generasi sandwich yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Bantu anak-anak dewasa untuk memulai belajar mandiri. Anda bisa memberikan dukungan bagi anak-anak untuk memulai bisnis kecil yang dapat membantu menambah pemasukan finansial. Jika anak tinggal terpisah dengan Anda, pertimbangkan kembali tinggal bersama agar bisa menghemat pengeluaran untuk biaya tempat tinggal.
  • Jika orang tua tinggal terpisah, pertimbangkan untuk memintanya tinggal satu rumah dengan Anda untuk menghemat waktu dan tenaga.
  • Mulai rencanakan investasi medis seperti asuransi untuk membantu mengurangi beban biaya perawatan jika terjadi suatu hal yang mendesak.
  • Anda bisa memakai jasa pengasuhan untuk orang tua selama beberapa jam, untuk membantu menghilangkan stres pengasuh.
  • Siapa pun yang menjadi tanggung jawab Anda secara finansial, tetapkan batasan dengan masing-masing pihak untuk memberi mereka dukungan finansial dalam jumlah tertentu sesuai kemampuan.
  • Jaga agar komunikasi tetap terbuka setiap saat mengenai harapan anggota dan perasaan setiap anggota keluarga. Upayakan untuk menyelesaikan masalah apa pun dengan cepat untuk mencegah kondisi stres yang semakin parah.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini