Kisah Miris Seorang Bapak Gagal Bunuh Diri, Sempat Lakukan Ini pada Anaknya

Selasa, 13 Oktober 2020 09:11 Reporter : Shani Rasyid
Kisah Miris Seorang Bapak Gagal Bunuh Diri, Sempat Lakukan Ini pada Anaknya Ilustrasi bunuh diri. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Arman Zhenikeyev

Merdeka.com - Di masa pandemi ini, seseorang rawan terkena depresi. Depresi ini yang memicu seseorang untuk melakukan bunuh diri. Walaupun ada faktor-faktor pendukung lain yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan nekat itu. Kejadian ini terjadi di Kudus.

Dilansir dari Liputan6.com, Senin (12/10), seorang bapak berinisial EG (48) dan anaknya IM (12) ditemukan dalam keadaan kritis di rumah mereka. Sang bapak hendak melakukan tindakan bunuh diri setelah membunuh anaknya.

Walau aksi bunuh diri itu berhasil dicegah, nyawa IM tak tertolong dan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Sang Bapak Masih Hidup

Bapak dan anak itu ditemukan dalam kondisi kritis di rumah mereka. Namun, di tengah perjalanan IM meninggal dunia. EG yang masih hidup, mendapat perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

ilustrasi bunuh diri
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Dundanim

Ketika polisi melakukan olah TKP, ditemukan tali plastik menggantung di kamar anak. Pada saat kejadian itu, tak ada satupun orang yang melihat dan menjadi saksi mata kejadian itu.

3 dari 4 halaman

Sempat Mengeluh Terkena Covid-19

Sebelum meninggal dunia, EG sempat mengeluh gejala yang mengarah ke Covid-19. Namun ketika dilakukan tes cepat, hasilnya selalu saja non-reaktif. Belum puas dengan hasil tersebut,  EG melakukan uji swab mandiri di salah satu klinik di Kudus.

ilustrasi virus corona©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Berniat bunuh diri, EG sengaja menuliskan pesan yang mengatakan ia dan anaknya harus dikuburkan dengan protokol kesehatan dan dalam satu liang.

"Makamkan kami menggunakan protokol kesehatan dengan satu liang," tulis EG di secarik kertas.

4 dari 4 halaman

Masih Diselidiki

Dari autopsi yang dilakukan terhadap jenazah IM, ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul berupa memar pada bahu kanan serta bekas jeratan pada leher. Dari hasil autopsi diketahui, korban meninggal karena adanya jeratan yang menyebabkan mati lemas.

Diduga, sang anak dibunuh oleh sang bapak sebelum akhirnya EG melakukan usaha bunuh diri. Untuk sementara, polisi belum bisa memastikan apakah pelaku percobaan bunuh diri itu mengalami gangguan jiwa atau tidak.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini