Kesal Ditagih Utang, Pria di Rembang Ini Malah Lemparkan Pisau ke Penagih

Jumat, 1 April 2022 16:14 Reporter : Shani Rasyid
Kesal Ditagih Utang, Pria di Rembang Ini Malah Lemparkan Pisau ke Penagih Pria di Rembang ini tusuk korban karena tak terima ditagih utang. ©YouTube/Musyafa Musa

Merdeka.com - Di tengah krisis ekonomi yang melanda selama pandemi COVID-19, berutang kepada orang lain merupakan salah satu cara untuk bisa bertahan hidup.

Namun saat ini banyak orang yang sering kali lalai dalam membayar utang. Bukannya membayar, saat ditagih orang yang berutang malah balik mengancam.

Kejadian itulah yang terjadi di sebuah rumah makan, Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sarang, Rembang. Tersangka adalah AG (36) warga Desa Pabeyan Timur, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Sedangkan korban adalah MK (38), warga Desa Karangmangu, Kecamatan Serang, Rembang. Lantas bagaimana peristiwa itu terjadi?

2 dari 3 halaman

Insiden di Rumah Makan

pria di rembang ini tusuk korban karena tak terima ditagih utang

©YouTube/Musyafa Musa

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo mengatakan kasus itu bermula saat tersangka ditagih utang oleh korban di rumahnya. Tersangka AG kemudian mengajak korban membahas masalah itu di sebuah rumah makan dekat rumah korban.

Di tempat itulah terjadi pertengkaran antara keduanya di mana AG ngotot tidak mempunyai utang. Ia sempat melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak tiga kali dan kemudian berlari menuju motor.

Sesampainya di sepeda motor, AG membuka jok dan mengambil sebilah pisau. Setelah itu ia kembali berlari menghujamkan pisau dan mengenai rusuk kiri korban. Setelah itu pisau akan diayunkan ke kepala tapi berhasil ditangkis korban. Hal ini membuat tangan korban menderita luka-luka. Karena itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Setelah pisau diambil, dibawa, lalu didatangilah korban itu. Dia dikejar kemudian ditusuk,” kata AKP Heri dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa pada Selasa (29/3).

3 dari 3 halaman

Pisau Tidak Disiapkan Sebelumnya

pria di rembang ini tusuk korban karena tak terima ditagih utang
©YouTube/Musyafa Musa

Dalam kesaksiannya, tersangka AG mengatakan pisau yang ia gunakan untuk menusuk korban awalnya tidak disiapkan untuk melakukan aksi itu. Ia berdalih pisau itu sering ia bawa untuk menunjang aktivitasnya di gudang.

Terkait utang, AG mengatakan kalau korban sebenarnya sudah lebih dulu punya utang dengannya sebesar Rp5 juta. Setelah beberapa kali diangsur tinggal tersisa Rp1 juta. Tersangka AG mengira utangnya dengan korban sudah impas. Sehingga ia dituduh masih punya utang Rp1,5 juta sehingga membuatnya terpancing emosi.

Setelah peristiwa itu, tersangka membuang pisau itu ke laut untuk menghilangkan jejak. Hingga kini barang bukti tersebut belum ditemukan.

  [shr]

Baca juga:
Miliki Utang Rp635,4 M, Tanah 340 Hektar Milik Obligor Agus Anwar Disita Satgas BLBI
Kronologi Kiai di Indramayu Diserang Pakai Arit di Ponpes, Pelaku Sempat Lukai Istri
Dandim Sebut Anggota Kostrad di Kemayoran Bukan Ditikam, Tetapi Tusuk Diri Sendiri
Fakta Pengakuan Santri Penusuk Ketua MUI Banyuwangi, Akui Tak Sadar
Kiai di Indramayu Disabet Warga Pakai Arit, Pelaku Diringkus Polisi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini