Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita di Balik Damainya Keluarga Keraton Surakarta, Sang Raja Menangis Haru

Cerita di Balik Damainya Keluarga Keraton Surakarta, Sang Raja Menangis Haru Keraton Surakarta. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Konflik yang terjadi di tubuh keluarga Keraton Surakarta telah berlangsung sejak belasan tahun lalu. Bahkan belakangan ini, kondisinya sempat memanas.

Namun pada Rabu (4/1), konflik internal itu tampak mulai menemukan titik terang. Dua kubu yang berseteru yaitu Lembaga Dewan Adat dan Raja Paku Buwono XIII memutuskan untuk bertemu dan sepakat menjalin perdamaian demi melestarikan keraton.

Pertemuan yang diadakan di Sasana Narendra pada Selasa (3/1) sekitar pukul 15.30 itu berlangsung penuh haru. Lantas seperti apa cerita di balik selesainya konflik keluarga Keraton Surakarta? Berikut selengkapnya:

Sosok di Balik Juru Damai

ricuh di keraton surakarta polisi pastikan kondisi sudah aman

©2022 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Salah satu aktor juru damai dari pihak yang berseteru berasal dari internal keluarga keraton sendiri. Dia adalah KRAy Herniatie Sriana Munasari, seorang perempuan paruh baya yang juga merupakan cucu dari Gubernur Jateng pertama, Raden Pandji Suroso.

Untuk mempertemukan dua kubu yang berseteru, perempuan yang akrab disapa Herni itu mengaku butuh waktu lima hari untuk melakukan penjajakan. Tak hanya bertemu dengan kubu Raja Paku Buwono XIII, ia juga aktif melobi pentolan kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) Gusti Moeng.

“Kemarin saya hampir putus asa dan mau pulang ke Jakarta karena tidak ada titik temu. Alhamdulillah Tuhan berkata lain. Tadi malam akhirnya kami banyak bicara untuk pagi ini bisa bertemu. Sore tadi setelah ashar kami bisa mempersatukan islah ini,” kata Hernie dikutip dari Liputan6 pada Rabu (4/1).

Raja Menangis Haru

pakubuwono makan siang bareng gibran rakabuming

©YouTube/Berita Surakarta

Sementara itu Gusti Moeng mengaku pertemuannya dengan raja yang juga kakak kandungnya sendiri berlangsung penuh haru. Sinuhun Paku Buwono menangis saat mengetahui adiknya itu datang untuk sungkem dan mencium tangannya.

“Sinuhun menangis. Terus saya tak elus-elus saja. Sudah mas tidak usah memiliki perasaan ke saya itu jelek. Saya nggak mungkin akan ngapa-ngapain gitu,” kata Gusti Moeng.

Gibran Undang Keluarga Keraton Makan Siang Bareng

pakubuwono makan siang bareng gibran rakabuming

©YouTube/Berita Surakarta

Momen perdamaian antar keluarga Keraton Surakarta tak disia-siakan oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming. Pada Rabu (4/1), ia mengundang keluarga Keraton untuk makan siang di rumah dinasnya. Paku Buwono XIII dan Gusti Moeng ikut serta dalam perjamuan makan siang itu. Di sela-sela acara makan siang tersebut, Gusti Moeng berharap revitalisasi Keraton Surakarta bisa dilakukan secepatnya.

“Ini wujud sinergi antara Bapak Walikota dengan Keraton Surakarta untuk pembenahan keraton. Oleh karena itu kami mengusulkan untuk secepatnya dibentuk tim kecil untuk dibentuk menyiapkan apa saja yang akan direvatilasi,” kata Gusti Moeng dikutip dari kanal YouTube Berita Surakarta pada Rabu (4/1).

Tunggu Perintah Raja

pakubuwono makan siang bareng gibran rakabuming

©YouTube/Berita Surakarta

Terkait revitalisasi ini, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming masih menunggu perintah dari Paku Buwono XIII. Ia sendiri ingin agar proses revitalisasi dilakukan secepatnya. Ia pun mengaku sudah memegang masterplan dari proyek tersebut.

“Untuk tahun ini APBD sudah diketok, APBN sudah dikunci, CSR sudah saya kunci. Pihak Keraton bisa menerima karena mekanisme anggaran memang seperti itu. Tapi yang namanya orang ingin membantu itu banyak. Ditunggu saja,” ujar Gibran dikutip dari ANTARA pada Rabu (4/1).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP