Biosentrisme adalah Pandangan Manusia terhadap Alam, Berikut Penjelasannya
Merdeka.com - Biosentrisme adalah sebuah teori yang mengagungkan nilai kehidupan yang ada pada ciptaan. Biosentrisme mencakup alam sebagai ciptaan dan satu kesatuan komunitas hidup. Pandangan ini menganggap bahwa makhluk hidup pantas mendapatkan keprihatinan dan tanggung jawab moral.
Menjaga kelestarian lingkungan menjadi salah satu tugas wajib setiap manusia. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia, hewan, tumbuhan. Intinya, biosentrisme menekankan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab moral terhadap alam.
Masalah lingkungan pada hakikatnya menjadi tanggung jawab semua orang. Untuk itu, sangat penting untuk membina wawasan dan kepedulian lingkungan di kalangan masyarakat. Untuk itu, penting mengetahui teori biosentrisme.
Berikut penjelasan mengenai biosentrisme dan penjelasannya yang merdeka.com lansir dari journal.uinsgd.ac.id:
Apa Itu Biosentrisme?

©2012 Merdeka.com
Biosentrisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” (hidup) dan kata latin “centrum” (pusat). Secara harfiah, biosentrisme adalah suatu keyakinan bahwa kehidupan manusia erat hubungannya dengan kehidupan seluruh kosmos.
Sederhananya, biosentrisme adalah sebuah pandangan yang menyebutkan bahwa manusia dan lingkungan merupakan satu komunitas. Biosentrisme menanggap bahwa komponen-komponen kehidupan dari lingkungan sangat penting dan perlu dilestarikan.
Biosentrisme muncul dengan pendekatan ekologi yang mendalam. Istilah ini dipostulasikan oleh Arne Naess, filsuf Norwegia, pada tahun 1973. Filsuf ini memiliki kepedulian yang tinggi dan rasa hormat terhadap semua makhluk hidup. Naess mengungkapkan bahwa aktivitas manusia pasti menyebabkan paling sedikit bahaya bagi spesies lain.
Secara umum, biosentrisme membuat manusia mendahulukan aspek makhluk hidup ketika menghadapi krisis atau masalah global. Mereka cenderung memastkan keselamatan makhluk hidup daripada yang lain dan peduli dengan lingkungan. Intinya, pemikiran biosentrisme adalah bahwa setiap ciptaan memiliki nilai intrinsik dan keberadaannya memiliki relevansi moral.
Pilar Biosentrisme
Ada beberapa pilar utama dalam teori biosentrisme, di antaranya:
Teori Lingkungan yang Berpusat pada Kehidupan
Pilar biosentrisme adalah teori lingkungan yang berpusat pada kehidupan. Inti dari teori ini menyatakan hormat sedalam-dalamnya terhadap kehidupan. Etika lingkungan bersumber pada kesadaran bahwa kehidupan adalah hal sakral.
Antispesiesisme
Teori ini menuntut perlakuan sama untuk semua makhluk hidup. Antispesiesisme ini membela kepentingan dan kelangsungan hidup semua spesies di muka bumi karena mempunyai hak yang sama dan pantas mendapatkan perlindungan.
Etika Bumi
Etika bumi adalah salah satu pilar teori biosentrisme yang diajukan oleh Aldo Leopald. Teori ini memiliki prinsip perlunya perubahan cara pandang manusia yang hanya melihat bumi segala isinya sekedar alat atau obyek dalam relasi ekonomis semata.
Teori etika bumi mengungkapkan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini merupakan suatu komunitas biotis yang memiliki nilai terhadap dirinya sendiri. Etika bumi juga menekankan bahwa kehidupan manusia diperluas mencakup alam semesta seluruhnya.
Penerapan Etika Lingkungan Biosentrisme

©2015 Merdeka.com/Bored Panda
Sebagaimana kita tahu, pandangan biosentrisme adalah mendasarkan moralitas keseluruhan kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Biosentrisme adalah etika lingkungan yang menekankan kehidupan sebagai standar moral. Ciri biosentrisme adalah menganggap bahwa kehidupan dan makhluk hidup memiliki nilai dan berharga pada dirinya sendiri.
Etika lingkungan mempersoalkan perilaku manusia terhadap alam dan juga mengenai hubungan manusia dengan seluruh kehidupan semesta. Adapun hasil dari interaksi antara manusia dengan alam menghasilkan suatu kebudayaan dan pengalaman sendiri. Dalam menerapkan etika lingkungan, harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya:
1. Manusia sebagai bagian dari lingkungan merupakan pelaku utama dalam pengelolaan lingkungan, sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
2. Manusia sebagai bagian dari lingkungan merupakan pelaku utama dalam pengelolaan lingkungan, sehingga harus selalu berupaya untuk menjaga kelestarian, keseimbangan, dan keindahan alam.
3. Kebijakan penggunaan sumber daya alam terbatas, misalnya energi.
4. Lingkungan disediakan untuk semua makhluk hidup, bukan untuk manusia saja.Etika lingkungan hidup merupakan kajian baru dalam ilmu lingkungan mengalami perkembangan yang semakin merambah pada tataran filosofis. Pada tataran tersebut, dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu the axiological approach, the instrumental approach, dan the anthropological approach.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya