Cerita Awal Karier, Anang Hermansyah Ungkap Pernah Dicap 'Anak Desa' oleh Produser
Merdeka.com - Sampai sekarang, Anang Hermansyah masih bisa membuktikan dirinya tetap eksis di industri musik. Tak hanya menjadi musisi, Anang Hermansyah juga dikenal sebagai juri di ajang pencarian bakat menyanyi.
Sebelum hijrah ke Jakarta, diketahui Anang sering berpindah-pindah kota di Pulau Jawa untuk berkarier. Sedangkan ia sendiri berasal dari kota Jember, Jawa Timur.
Ada cerita menarik ketika Anang sudah menetap di Jakarta dan memulai karier menjadi penyanyi. Perjalanannya pun selalu mendapati langkah yang tak pasti.
Produser Pertama

You Tube - Slank Suka2
Baru-baru ini, Anang menceritakan bagaimana ia bisa merilis karya pertamanya di industri musik. Hal itu diungkapkan olehnya dalam video yang diunggah di kanal YouTube Slank Suka2x.
Awalnya, Anang dibantu oleh personel Slank yang bernama Pay Burman untuk merilis album pertamanya berjudul Biarkanlah tahun 1992. Anang menawarkan demo album tersebut di banyak label namun hanya satu yang menerimanya.
"Jadi gue pertama kali bikin demo di studio (Potlot). Terus gue nawar-nawarin, setahun nggak jadi-jadi," ungkap Anang.
"Akhirnya Pay bawa ke Pak Handi, nah Pak Handi itu yang mau pertama kali," imbuhnya.
Disebut Sebagai Anak Desa
Setelah mendengarkan demo lagu tersebut, sang produser hanya tertarik dengan suara Anang saja dan berniat mengedarkan lagunya saja tanpa penyanyinya. Alasannya adalah, pada saat itu Anang masih belum memperhatikan penampilannya sebagai seorang penyanyi solo.
"Pay ngomongnya gini, 'Pay ini aku mau jual, lagunya enak Pay,' kemudian Pay bilang, 'Yaudah lagunya aja,'. Terus gue pikir yaudah nggak apa-apa lah, yang penting pengalaman gue udah masuk gitu kan," Anang mengenang.
"Pak Handi bilang, 'Nggak Pay, suaranya lumayan melengkingnya seru', 'Tapi anaknya nggak keren pak, anak desa,' Pay bilang gitu, ya gue pikir bener juga," tambahnya.
Diberi Uang Rp1 Juta untuk Beli Baju
Setelah menyaksikan penampilan Anang secara langsung, sang produser tersebut memberikannya sejumlah uang untuk Anang membeli pakaian dan berdandan.
Hingga akhirnya, Anang bisa melangkah di industri hiburan dengan karyanya sendiri.
"Pak Handi seneng, disuruh dandanin. Terus dikasih duit sejuta, suruh beli baju," pungkasnya.
(mdk/dem)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya