Apa Itu Toxic Relationship, Ketahui berbagai Gejalanya
Merdeka.com - Toxic relationship merupakan satu topik yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan hangat, terutama di media sosial. Di mana banyak orang membahas masalah hubungan yang buruk dengan pasangan. Mulai dari pasangan yang over protective, pencemburu yang berlebihan, hingga pasangan yang sampai melakukan kekerasan fisik.
Beberapa contoh tersebut dikatakan masuk dalam kategori toxic relationship.Dari contoh tersebut, kemudian muncul pertanyaan sebenarnya apa itu toxic relationship.
Istilah toxic relationship dipahami sebagai hubungan yang merusak atau hubungan yang tidak sehat. Dalam hal ini, sebenarnya toxic relationship dapat terjadi pada berbagai macam hubungan. Mulai dari hubungan pertemanan, hubungan antara orang tua dan anak, hingga hubungan romantis atau berpasangan.
Dari semua jenis hubungan, toxic relationship lebih erat dikaitkan dalam jenis hubungan percintaan. Dalam percintaan biasanya toxic relationship ditandai dengan adanya berbagai perilaku yang tidak baik dan bersifat merusak. Meskipun kerap terjadi, namun sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam toxic relationship.
Dengan begitu penting bagi Anda untuk tahu apa itu toxic relationship dan gejala apa saja yang perlu diperhatikan ketika berada dalam masalah ini. Selain itu, bagaimana cara mengatasi jika terjebak dalam toxic relationship.
Dilansir dari Healthline, berikut kami merangkum pengertian apa itu toxic relationship, gejala, dan cara mengatasinya, bisa Anda simak.
Apa Itu Toxic Relationship
Sebelum mengetahui beberapa gejala toxic relationship, perlu dipahami terlebih dahulu pengertian mengenai toxic relationship. Toxic relationship adalah hubungan yang ditandai dengan perilaku buruk dan tidak sehat secara emosional yang dilakukan salah satu pihak kepada pasangannya, dan tidak jarang merusak secara fisik.
Orang yang terlibat atau terjebak dalam hubungan toxic relationship biasanya akan menguras banyak energi hingga merusak harga diri. Idealnya, hubungan yang sehat melibatkan perhatian timbal balik, rasa hormat, kasih sayang, minat dan kesejahteraan dalam pengambilan keputusan satu dengan yang lain.
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang aman di mana masing-masing pihak bisa menjadi diri sendiri tanpa rasa takut dan terbebani. Sementara toxic relationship adalah sebaliknya, ditandai dengan suasana ketidakamanan, sikap egois, sikap dominasi, serta kendali. Hubungan tersebut tidak akan berfungsi dan hanya akan merusak dan memberikan dampak buruk pada salah satu pihak.
Gejala Toxic Relationship
Setelah mengetahui pengertian apa itu toxic relationship, berikutnya akan dijelaskan gejala atau tanda-tanda apa saja dalam sebuah toxic relationship. Seperti disebutkan sebelumnya gejala toxic relationship dapat dilihat dari perilaku atau sikap yang tidak sewajarnya dan bersifat merusak yang dilakukan oleh pasangan. Mulai dari perilaku verbal bahkan hingga perilaku yang melukai fisik seseorang.
Lebih dari itu, gejala toxic relationship terkadang juga mencakup hal-hal kecil namun cukup berpengaruh pada jalannya hubungan. Berikut beberapa gejala toxic relationship yang perlu Anda perhatikan:
Cara Mengatasi Toxic Relationship
Setelah mengetahui apa itu toxic relationship dan beberapa gejalanya, terakhir akan dibahas bagaimana cara mengatasi hubungan yang toxic. Mungkin sebagian orang menganggap bahwa toxic relationship adalah sebuah takdir, namun tidak selalu begitu.
Toxic relationship ini masih memiliki peluang untuk diatasi, yaitu dengan cara mengubah perilaku, bukan hanya salah satu pihak melainkan kedua pihak. Berikut beberapa cara mengatasi toxic relationship yang bisa Anda lakukan:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya