Aksi Klitih Masih Terjadi, Pemda DIY Lakukan Cara Ini
Merdeka.com - Aksi klitih yang terjadi pada Minggu (3/4) dini hari lalu, telah mencoreng wajah Yogyakarta sebagai kota pelajar. Apalagi kejadian itu bukan yang pertama kali.
Oleh karena itu, Pemda DIY bersama Polda DIY akan melaksanakan beberapa langkah agar keamanan dan ketertiban masyarakat betul-betul terjaga. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan peran Jaga Warga di seluruh wilayah kelurahan di Yogyakarta.
“Sesuai dengan Pergub DIY Nomor 28 Tahun 2021, kelompok Jaga Warga memiliki tugas membantu menyelesaikan konflik sosial di lingkungan masyarakat,” kata Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kelurahan dan Kemantren Biro Tapem Setda DIY, KPH Yudanegara, dikutip dari ANTARA pada Selasa (5/4).
Jaga Warga

©Riversidedevelopmentsite.org
Menurut KPH Yudanegara, keberadaan Jaga Warga merupakan modal sosial yang dapat menjadi kekuatan untuk turut menanggulangi kejahatan jalanan di masing-masing wilayah.
Menurutnya, masing-masing kelurahan di DIY selama ini telah merespon munculnya kejahatan jalanan dengan menjaga titik-titik rawan dengan melibatkan sukarelawan dan Jaga Warga.
Jaga Warga di level kelurahan diminta untuk mengawasi aktivitas anak-anak muda setelah jam belajar masyarakat dan berkoordinasi secara intensif dengan bhabinkamtibmas serta polsek setempat bila mulai meresahkan masyarakat.
“Sebagai orang tua, kami juga tidak ingin anak-anak kami menjadi pelaku terlebih korban kejahatan jalanan. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Yudanegara.
Penyuluhan Berkala

©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti
Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol. Roberto Gomgom Manorang Pasaribu mengatakan pihaknya akan melakukan pembinaan dan penyuluhan secara berkala kepada pelajar SMP/SMA terkait kejahatan jalanan melalui bhabinkamtibmas. Serta melakukan razia tas bawaan pelajar.
Selain itu, Polda DIY akan menjalin kolaborasi dengan Pemda DIY untuk menambah CCTV di tempat rawan kejahatan.
“Di sisi lain, penerangan juga harus diperbanyak. Selain itu juga memasang spanduk imbauan lokasi rawan kejahatan serta membatasi siswa yang belum memiliki SIM untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah,” kata Kombes Roberto.
Antisipasi Pola Baru Klitih

©2016 Merdeka.com
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan bahwa Pemkot Yogyakarta terus memaksimalkan upaya pencegahan agar kasus klitih tidak terulang lagi. Tapi menurutnya, kasus klitih yang terbaru ini memiliki pola baru dan tampak berbeda dari aksi-aksi klitih sebelumnya.
Heroe menambahkan, pola aksi kejahatan klitih yang muncul akhir-akhir ini perlu dikaji secara lebih mendalam untuk mengetahui akar permasalahannya, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan secara tepat.
“Aksi yang muncul akhir-akhir ini tidak tampak dilatarbelakangi geng besar atau geng pelajar. Sehingga perlu dipetakan kembali penyebabnya,” kata Heroe dikutip dari ANTARA pada Selasa (5/4).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya