Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

9 Penyebab TBC yang Perlu Diwaspadai agar Tak Tertular, Kenali Cara Mengatasinya

9 Penyebab TBC yang Perlu Diwaspadai agar Tak Tertular, Kenali Cara Mengatasinya Ilustrasi Batuk. ©medicalnewstoday.com

Merdeka.com - Tuberkulosis atau sering disebut TBC merupakan penyakit menular terbesar di dunia setelah HIV. Penyakit TBC dapat disebabkan adanya basil dari bakteri Mycobaceterium tuberculosis.

Penyakit ini dapat menyerang bagian tubuh manapun, namun TBC yang paling umum menyerang paru-paru. Penyakit TBC dapat menyebar melalui batuk atau bersin yang menyemburkan air liur.

Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, apabila menghirup dan terkontaminasi TBC maka dapat dengan mudah tertular. Selain menyerang paru-paru, penyakit ini juga dapat memberi dampak pada tubuh lainnya, seperti jantung, sistem saraf hingga kelenjar getah bening.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan Indonesia menempati posisi ketiga dengan kasus Tuberkulosis tertinggi di dunia. Pada tahun 2019 jumlah kasus TBC di Indonesia sebanyak 845.000 orang.

Apabila penderita tidak mendapatkan pengobatan dan tidak ada upaya pencegahan, maka lebih dari 50 persen penderita dapat meninggal dunia. Lantas apa penyebab TBC dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab TBC

ilustrasi batuk

©medicalnewstoday.com

Penyakit TBC dapat menyebar melalui percikan ludah, seperti saat berbicara, batuk dan bersin. Umumnya penularan TBC juga membutuhkan kontak yang cukup dekat dan cukup lama.

Namun semakin lama seseorang berinteraksi dengan penderita TBC maka semakin tinggi risiko tertular penyakit ini. Bakteri TBC dapat berkembang menjadi aktif kepada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Akan tetapi, penularan TBC tidak semudah penyakit flu, sehingga seseorang tidak akan tertular TBC apabila hanya berjabat tangan dengan penderita. Dilansir dari laman Healthline, berikut ini beberapa kelompok orang yang rentan atau mudah tertular penyakit TBC.

1. Perokok aktif.2. Seseorang yang sering atau kecanduan mengonsumsi alkohol.3. Petugas medis yang sering berhubungan dengan penderita TBC.4. Tinggal di lingkungan yang padat dan kumuh.5. Penderita penyakit ginjal stadium lanjut.6. Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita AIDS, kanker dan diabetes.7. Kekurangan makanan bergizi.8. Anak-anak dan Lansia.9. Seseorang yang menggunakan NAPZA.

Gejala Penyakit TBC

ilustrasi batuk

©medicalnewstoday.com

Penderita TBC akan mengalami gejala utama, yaitu batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 14 hari. Batuk terkadang juga akan mengeluarkan dahak berwarna seperti karat atau batuk darah.

Tak hanya itu, penderita penyakit TBC umumnya juga akan mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan disertai dengan demam, kelelahan, berkeringat di malam hari.

Gejala penyakit TBC juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti nyeri punggung dan adanya pembengkakan sekitar tulang belakang. Selain itu, TBC usus juga meliputi sering mual dan kembung.

Pencegahan Penyakit TBC

Seseorang yang memiliki gejala-gejala penyakit TBC, seperti sesak napas dan mudah lelah, sebaiknya menghindari aktivitas berat, seperti naik gunung.

Pasalnya semakin tinggi gunung, maka kadar oksigen juga berkurang, hal ini dapat menyebabkan keluhan sesak dan akan membahayakan seseorang yang telah mengalami gejala TBC.

Seseorang yang telah mengalami gejala TBC, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya penyakit ini apabila tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, seseorang juga perlu mencegah datangnya penyakit ini dengan beberapa cara, di antaranya mengenakan masker saat berada di tempat ramai, menutup mulut saat bersin dan batuk dan tidak membuang dahak sembarangan.

Pengobatan Penyakit TBC

Penyakit TBC merupakan salah satu penyakit yang cukup sulit untuk dideteksi, terlebih bagi penderita anak-anak. Namun ada beberapa cara yang biasa digunakan oleh dokter dalam mendiagnosis penyakit ini, seperti tes mantoux, tes dahak, tes darah dan rongten dada.

Beberapa cara dapat digunakan untuk mengobati penyakit TBC, salah satunya mengonsumsi beberapa jenis obat antituberkulosis yang dapat di minum minimal 6 bulan.

Selain itu, penyakit TBC juga dapat diatasi menggunakan cara-cara yang alami, seperti mengonsumsi bawang putih, yougurt, jus jeruk, buah srikaya hingga lada hitam.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP