5 Pewarna Makanan Berbahaya yang Perlu Anda Hindari, Timbulkan Alergi hingga Kanker

Kamis, 2 April 2020 20:37 Reporter : Andre Kurniawan
5 Pewarna Makanan Berbahaya yang Perlu Anda Hindari, Timbulkan Alergi hingga Kanker Cupcake Corona di Jerman. ©2020 REUTERS/Karina Hessland

Merdeka.com - Bagaimana cara anda memilih makanan? Dengan rasanya, bentuknya, atau warnanya? Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda dalam memilih atau ketika pertama kali ingin mencicipi makanan.

Namun, apakah warna benar-benar bisa membuat orang tertarik pada suatu makanan? Ada yang disebut dengan hubungan psikologi warna dengan makanan. Makanan dengan menggunakan warna-warna tertentu dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan. Itulah mengapa rainbow cake sempat menjadi fenomena dalam dunia kuliner. Namun, dengan warna-warni makanan yang ada, muncul keraguan tentang dari mana asal warna-warna cantik tersebut.

Bukannya menghakimi jika semua makanan dengan warna yang cantik itu buruk. Tetap masih ada penjual jujur yang mau memikirkan pelanggannya lewat kebersihan makanan yang dia jual. Namun, tidak ada salahnya untuk berhati-hati dalam memilih makanan.
Karena memang, masih banyak di luar sana penjual yang melakukan segala cara agar apa yang dia jual bisa segera menghasilkan uang. Seperti dengan penggunaan pewarna makanan yang berbahaya.

Makanan yang dihias dengan warna-warna mencolok mungkin memang terlihat cantik dan lezat. Namun, apa yang mengintai di balik warna-warna makanan itu tidaklah secantik apa yang terlihat.

Terdapat bahaya yang mengintai dalam kecantikan warna tersebut. Tentu kita tidak ingin mempertaruhkan kesehatan tubuh kita dengan sebuah makanan yang berwarna.
Untuk membantu anda meningkatkan kewaspadaan, berikut beberapa bahan pewarna makanan berbahaya yang wajib anda ketahui

1 dari 5 halaman

Yellow 6

Pewarna makanan yang pertama adalah Yellow 6. Pewarna makanan ini digunakan untuk memberi warna kuning pada makanan. Pewarna makanan ini dianggap berbahaya karena dicurigai dapat menimbulkan penyakit.

Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencurigai Yellow 6 mampu menyebabkan kanker testis dan tumor adrenal. Dan untuk anak-anak, pewarna makanan ini memberikan efek berupa reaksi alergi dan memperburuk asma.

2 dari 5 halaman

Yellow 5

Pewarna kuning lainnya juga muncul dalam daftar bahaya ini. Yellow 5, atau yang dikenal dengan nama lain tartrazine, memberikan efek yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, termasuk alergi hingga kerusakan sel.

Tapi bagi anda yang ingin mewarnai makanan dengan warna kuning, ada bahan-bahan alami yang dapat menyelamatkan kesehatan anda. Bahannya pun mudah ditemukan.

kunyit putih

bukalapak.com

Berikut bahan-bahannya:

  1. Kunyit bubuk atau sari kunyit segar menghasilkan warna kuning cerah. Selain itu kaya antioksidan juga.
  2. Ubi kuning yang dicampurkan pada adonan kue atau mi akan memberi warna kuning cantik seperti kunyit.
  3. Labu kuning yang diparut atau diblender dan diambil sarinya memiliki warna kuning cantik. Bisa dibuat sup krim juga, lho.
  4. Wortel menghasilkan warna kuning pucat dan vitamin A.
  5. Saffron merupakan salah satu rempah impor yang biasa digunakan untuk mewarnai makanan di India dan Eropa. Harganya termasuk mahal.
3 dari 5 halaman

Red 40

Red 40 menjadi pewarna makanan berbahaya selanjutnya. Pewarna ini akan memberikan makanan warna merah menyala. FDA menilai bahwa pewarna Red 40 ini berbahaya dan mampu mengancam kesehatan anda. Kandungan benzidine dan zat karsinogen yang ada di dalam Red 40 inilah yang diwaspadai oleh FDA.

Bagi anda yang masih ingin mewarnai makanan dengan warna merah, berikut bahan alami yang bisa anda gunakan.

  1. Buah naga merah juga memiliki warna merah yang cukup tajam
  2. Bit yang diblender dan diambil sarinya bisa menjadi sumber warna merah
  3. Bunga rosella yang direbus akan menghasilkan teh kemerahan dengan rasa asam. Cocok untuk minuman dan hidangan penutup.
4 dari 5 halaman

Blue 1

Makanan dengan warna biru mungkin akan terlihat elegan dan menarik selera makan anda. Namun, jangan tertipu. Blue 1, merupakan pewarna makanan berbahaya yang memberikan warna elegan dan menarik ini. Pewarna makanan ini berbahaya sebab dapat luntur dan mengenai organ vital yang ada di dalam tubuh.

atau butterfly pea

Theayurveda.org

Selain itu bahaya lain dari zat biru pada Blue 1 dapat menyebabkan kerusakan sel-sel saraf, kerusakan kromosom, memancing reaksi alergi, sampai pemicu kanker. Wow
Bagi anda yang masih ingin memberikan warna biru pada makanan, berikut bahan alami yang bisa dicoba.

  1. Bunga telang (Clitoria ternatea) kering biasa diseduh menjadi teh berwarna biru atau ditumbuk untuk mewarnai jajanan dan es krim.
  2. Bubuk spirulina yang terbuat dari ganggang biru adalah pewarna biru muda yang bisa mempercantik smoothie bowl.
  3. Kubis ungu yang direbus akan menyisakan air rebusan biru. Gunakan sebagai pewarna makanan alami.
5 dari 5 halaman

Pewarna Karamel

Pewarna makanan berbahaya berikutnya adalah pewarna karamel. Anda pastinya sudah pernah mencoba minuman kola bukan? Minuman tersebut memang cocok diminum ketika cuaca sedang panas. Namun, jika anda belum pernah meminumnya, maka anda terselamatkan dari efek pewarna karamel ini.

Pewarna karamel ini biasanya digunakan untuk mewarnai kola atau saus BBQ. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan pewarna ini mampu memperbesar risiko untuk terkena kanker. Karena kandungan 2-methylimidazole dan 4-methylimdiazole yang terdapat di dalam pewarna ini. Jadi, kurangilah minum kolanya.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini