5 Fakta Desa Kasuran di Sleman, Penduduknya Tak Boleh Tidur Pakai Kasur

Jumat, 13 Maret 2020 15:30 Reporter : Shani Rasyid
5 Fakta Desa Kasuran di Sleman, Penduduknya Tak Boleh Tidur Pakai Kasur Ilustrasi tidur di lantai. Shutterstock/Helder Almeida

Merdeka.com - Kasuran adalah salah satu dukuh yang berada di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Penduduk di desa itu memiliki budaya yang unik. Tidak sesuai namanya “Desa Kasuran”, penduduk di desa ini mempunyai pantangan tidak boleh tidur menggunakan Kasur.

Pantangan itu telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman dulu. Jika pantangan itu dilanggar, masyarakat percaya mereka akan mendapatkan musibah seperti sakit dan mengalami kejadian aneh.

Berikut 5 fakta Desa Kasuran yang penduduknya tidak boleh tidur menggunakan kasur.

1 dari 5 halaman

Kisah Kyai Kasur dan Nyai Kasur

ilustrasi kasur

Shutterstock/Paul Matthew Photography/ iluistrasi

Dilansir dari Slemankab.go.id, tradisi pantang tidur menggunakan kasur ini telah diwariskan secara turun temurun. Kisah ini bermula dari pasangan suami istri yaitu Kyai Kasur dan Nyai Kasur yang berbeda pendapat. Kejadian itu dipercaya berlangsung ratusan tahun lalu saat Meletus Perang Jawa.

Pasangan itu memiliki perbedaan pendapat mengenai keputusan untuk ikut perang bersama Pangeran Diponegoro. Sang suami ingin ikut, tapi sang istri justru menolak. Karena perbedaan pendapat itu kemudian mereka berpisah.

Namun dalam perpisahan itu mereka membuat perjanjian. Salah satu perjanjiannya adalah warga yang menetap di tempat itu kelak tidak boleh tidur menggunakan kasur. Perjanjian itu tetap ditaati penduduk yang tinggal di sana hingga kini.

2 dari 5 halaman

Kasuran Wetan dan Kasuran Kulon

Perpisahan itu membuat pasangan suami istri itu tidak tinggal berdua lagi. Kyai Kasur kemudian tinggal di Kasuran Wetan, sementara Nyai Kasur tinggal di Kasuran Kulon.

Karena kisah itu, antara penduduk Kasuran Wetan dan Kasuran Kulon tidak boleh ada yang saling menikah.

3 dari 5 halaman

Peristiwa Aneh

berbisa

Britanica/Wikipedia

Peristiwa aneh pernah terjadi di desa ini. Menurut Noor Sodiq, Kepala Dukuh Kasuran Wetan, pada 1972, ada seorang warga pendatang yang bekerja di KUA pindah ke Dusun Kasuran dan menyewa sebuah rumah.

Di sana dia tidur menggunakan kasur. Tapi setiap Hari Jumat, ia menjumpai seekor ular melingkar di Kasur miliknya. Karena itu ia langsung membuang kasur dan tak lagi tidur menggunakan kasur di rumahnya.

Tak hanya itu, peristiwa aneh lain pernah terjadi di tahun 1986. Dilansir dari Slemankab.go.id, saat itu ada seorang petugas Brimob yang pindah tugas ke wilayah Kasuran.

Saat perpindahan itu, Ia membawa serta seluruh peralatan rumah tangga termasuk kasur miliknya. Karena tak tahu pantangan itu, Ia tidur menggunakan kasur. Tak berapa lama kemudian Ia mengalami sakit keras sehingga warga sekitar berdoa untuk kesembuhannya.

4 dari 5 halaman

Tidur Menggunakan Spon

013 tantri setyorini

Pixabay/

Seiring berjalannya waktu, penduduk Kasuran mulai berani tidur menggunakan alas spon. Hal itu dilakukan untuk memperoleh kualitas tidur yang nyaman.

Dilansir dari Slemankab.go.id, di Dusun Kasuran Wetam, 90 persen warganya yang tidur dengan spon. Namun berbeda dari Kasuran Wetan, 90 persen penduduk Dusun Kasuran Kulon masih tidur menggunakan tikar.

Walau masih banyak yang tidur dengan tikar, tapi tak banyak warga di sini yang mengalami sakit seperti sesak napas atau sakit lainnya karena tidur tanpa alas. Hal tersebut diungkapkan oleh Wartilah, warga Kasuran Kulon dilansir dari Slemankab.go.id.

5 dari 5 halaman

Melalui Proses Ruwatan

berambut gimbal di dieng

2015 merdeka.com/arie basuki

Menurut Noor Sidiq, sebenarnya warga Desa Kasuran boleh saja tidur menggunakan kasur. Namun hal itu dilakukan setelah mereka melalui prosesi ruwatan.

Ruwatan itu harus dilakukan seluruh warga secara kompak dan bersama-sama. Tapi karena masih banyak warga yang ingin mengikuti tidur tanpa kasur, jadi ruwatan ini tak pernah dilakukan, ujar Sidiq, dikutip dari Slemankab.go.id.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini