Fakta Menarik Pembangunan Jalan Raya Baru di Gunungkidul, Penggerak Perekonomian Warga hingga Disebut Tumbalkan Air Terjun
Pembangunan jalan alternatif itu merupakan bagian dari pembangunan JJLS di selatan Gunungkidul
Pembangunan jalan alternatif itu merupakan bagian dari pembangunan JJLS di selatan Gunungkidul
Fakta Menarik Pembangunan Jalan Raya Baru di Gunungkidul, Penggerak Perekonomian Warga hingga Disebut Tumbalkan Air Terjun
Pada Kamis (18/1) di bawah rintik hujan, Gubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan jalan dan jembatan ruas Tawang-Ngalang di Kabupaten Gunungkidul.
Harapannya, pembangunan infrastruktur baru itu bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.
“Pembangunan jalan ini menjadi sesuatu yang strategis di wilayah utara. Karena nanti kita akan punya akses ke exit tol Bokoharjo Prambanan,” kata Sultan dikutip dari ANTARA.
Lantas apa saja fakta menarik di balik pembangunan jalan raya baru itu?
1. Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Sri Sultan HB X mengatakan bahwa ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul itu merupakan bagian dari Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) dan menjadi pendukung bagi tumbuhnya kawasan baru di wilayah selatan. Hal ini akan membuat pertumbuhan ekonomi di wilayah DIY akan melonjak pesat.
“Wilayah selatan menjadi kawasan baru yang bisa ditumbuhkan melalui produk-produk pantai. Sektor pertanian sudah terbatas sehingga laut menjadi kekuatan baru,” kata Sultan dikutip dari akun Instagram @humasjogja.
Kurangi Kesenjangan
Sementara itu Sekda DIY, Beni Suharsono mengatakan bahwa pembangunan jembatan dan ruas jalan itu merupakan upaya pemerintah mengurangi kesenjangan antar daerah. Selain itu jalan tersebut juga bisa menjadi akses wisatawan.
“Jalan Tawang-Ngalang memiliki panjang 9,5 kilometer. Melewati lima padukuhan dan tiga kapanewon. Pembangunannya menggunakan dana keistimewaan yang menelan anggaran Rp269 miliar,” kata Ben.
Tumbalkan Air Terjun
Dilansir dari Liputan6, proyek pembangunan jalan raya baru di Gunungkidul diketahui “menumbalkan” pesona air terjun Kedung Kandang. Sebelumnya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran telah berusaha mempertahankan daya tarik air terjun tersebut.
Penggiat Pokdarwis Nglanggeran, Sugeng Handoko, mengatakan bahwa dulu pihaknya pernah menentang keras pembangunan jalan alternatif itu karena melewati kawasan yang dikelola pihaknya.
Ia pun mengaku sudah menyampaikan dampak dari pembangunan jalur alternatif itu di berbagai forum.
“Dulu sudah saya sampaikan penolakan keras. Tapi tidak terdengar. Sekarang sudah dibangun jalan, sehingga daya tarik air terjun tersebut hilang,” kata Sugeng.