Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Takut pada istri, Raka tutupi SMS Karina soal narkoba

Takut pada istri, Raka tutupi SMS Karina soal narkoba Raka Rano Karno. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Parmo alias Robet yang merupakan sopir Raka Widyarma, anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengaku sengaja menyembunyikan pesan singkat (SMS) dari Karina untuk Raka.

"Saya sembunyikan SMS dari Karina untuk Raka. SMS itu dikirim kepada saya, untuk disampaikan kepada Raka. Saya sembunyikan karena saat dikirim oleh Karina, saya dengan Pak Raka sedang bersama istri Pak Raka," kata Parmo saat memberikan kesaksian di depan Ketua Majelis Hakim Dehel K Sandan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (31/07/2012)

"Kenapa kok saudara saksi sembunyikan," tanya Ketua Majelis Hakim.

"Karena memang hubungan Karina dengan istri Pak Raka kurang bagus. Saya saat itu sedang satu mobil dengan istrinya Pak Raka dari Pondok Indah," ujar Parmo.

Hakim pun terus mencecar Parmo soal isi SMS tersebut. Parmo mengatakan, isi SMS Karina. Rupanya gadis berambut panjang itu ingin mengabarkan pada Raka bahwa 'pesanannya' sudah sampai di rumah Karina.

"Bet kasih tau Raka, pesanan 'DAWA' sudah sampai. Gue takut sama ketahuan bokap gue," ucap Raka menirukan SMS yang dikirimkan Karina.

Menurut penuturan Parmo, pesan itu akan disampaikan pada Raka esok harinya.

"Besoknya saya baru bisa sampaikan. Habis itu, Raka bilang ke saya untuk mengantarnya mengambil berkas ke Bintaro rumah Karina. Sesampai di sana, Raka masuk, saya menunggu di luar rumah di tepi jalan. Tak lama saya ditanya sama tiga orang pria, mereka bertanya, kamu komplotannya juga yah? Saya jawab, saya cuma sopir," jelas Parmo.

Parmo mengaku sudah bekerja pada Raka sejak Dirut Karno's Film itu duduk di kelas 2 SMP. Sira Prayuna, yang menjadi kuasa hukum Raka dan Karina mengatakan, kalau Raka memiliki masalah psikologi.

"Dia kadang suka marah-marah sendiri. Tapi udahan-nya minta maaf, dan bilang dia memang kalau kumat begitu," jelas Parmo.

Apakah Raka sering seperti itu? Menurut Parmo sejak dirinya bekerja bersama Raka sudah beberapa kali melihatnya mengamuk dengan cara memukul jok mobil sebanyak dua kali.

"Itu dilakukan pada saat Raka sudah kelas tiga SMA. Itu sudah dua kali, jarang dia seperti itu," kata Parmo.

Setelah itu dilanjutkan keterangan saksi Ahli dari BNN dari Direktorat Rehabilitasi bernama Siti Jeus Kadara. Kuasa Hukum Raka dan Karina menerima semua keterangan tersebut. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP