Serangan balik Ahok-Djarot dituding rekayasa karangan bunga

Jumat, 28 April 2017 07:14 Reporter : Fikri Faqih, Wilfridus Setu Embu
Serangan balik Ahok-Djarot dituding rekayasa karangan bunga Karangan bunga untuk Ahok-Djarot. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat memiliki cara berbeda menyikapi tudingan merekayasa kiriman karangan bunga. Hingga kemarin jumlah karangan bunga telah mencapai 2.700 buah.

Halaman Balai Kota sudah tak mampu lagi menampung karangan bunga tersebut. Petugas pun terpaksa harus memindahkannya ke pinggir-pinggir jalan hingga ke kawasan Monas.

Beredar di media sosial foto percakapan WhatsApp dari seseorang yang menjalankan perintah mengirimkan 1.200 karangan bunga ke Balai Kota. Ahok menepis isu tersebut dan mengatakan bahwa dirinya telah difitnah.

"Kan fitnah saya kan biayai 1.200, ternyata sudah lebih. Harusnya dia ciptakan lagi WA (screenshot WhatsApp), Ahok perintah tambah lagi dong jangan 1.200," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/4).

Ahok mengatakan, tidak pernah mengetahui siapa yang memesan bunga untuknya dan Djarot. Ahok bingung dengan maksud oknum yang menyebarkan informasi bohong tersebut.

"Lu baca aja, bikin capture-an palsu aja bodoh. Hijaunya kebaca ke siapa? Lu perhatiin betul-betul," tuturnya.

Bahkan, Ahok sempat bingung dengan maksud oknum yang menyebarkan informasi bohong tersebut. "Orang yang bikin itu ya, maunya apa dari gue gitu loh, tanya maunya dia apa yang bikin itu," tegas kesal.

Sementara Djarot balik menyindir pihak-pihak yang berspekulasi soal karangan bunga.

"Yang bilang seperti itu siapa? Alasannya apa? Itu kan suudzon, settingan bagaimana? Silakan tanya sama yang ngirim apakah ada yang nyuruh untuk melakukan hal tersebut," kata Djarot.

Djarot meyakini karangan bunga itu sebagai ungkapan isi hati dan perasaan warga serta pendukungnya di Pilkada DKI. "Bagaimana bisa men-setting hatinya orang? Bagaimana bisa men-setting perasaan orang, bagaimana kamu bisa men-setting kebenaran dan nurani orang," tuturnya.

Djarot menantang pihak-pihak yang menyebut bahwa banjir karangan bunga sebagai rekayasa untuk memberikan bukti nyata. "Jadi marilah kita berpikir positif," ajak Djarot.

Dalam pandangannya, karangan bunga itu sebagai bentuk apresiasi yang tulus dari warga Jakarta atas kinerjanya selama memimpin Jakarta.

"Ini apresiasi yang tulus dari warga Jakarta dan disampaikan dengan penuh cinta, penuh bunga-bunga, itu kan tanda cinta," tutup Djarot. [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini