Selama Ramadan, diskotek dan griya pijat tutup, spa boleh buka

Selasa, 31 Mei 2016 17:42 Reporter : Al Amin
Selama Ramadan, diskotek dan griya pijat tutup, spa boleh buka Hiburan malam wajib tutup. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama bulan Ramadan 1437 Hijriah, 311 tempat hiburan malam di DKI Jakarta diwajibkan menutup usahanya. Dasarnya Peraturan Daerah Momor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

"Dasar hukum penutupan tersebut juga berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 118 tahun 2004 tentang petunjuk pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan industri pariwisata di DKI Jakarta," kata Plt Kepala Dinas DKI Jakarta Jeje Nurjaman saat menghadiri silaturahmi Kapolda Metro Jaya bersama pengelola industri pariwisata dan pimpinan ormas, Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/5).

Jenis usaha hiburan malam yang ditutup adalah diskotek 66 tempat, griya pijat 230 tempat, kelab malam 8 tempat, mandi uap 7 tempat. Sementara, tempat usaha hiburan yang boleh buka dengan pengaturan waktu 625 usaha. Di antaranya karaoke 268 usaha, musik hidup 165 usaha, bola sodok 60 usaha, permainan ketangkasan manual dan elektronik 89 usaha, pijat refleksi 43 usaha.

"Sisanya 351 usaha boleh buka, di antaranya spa 14 usaha, bioskop 258 usaha, bola gelinding 2 usaha, padang golf 3 usaha, pusat olahraga dan kesegaran jasmani 68 usaha, taman rekreasi 6 usaha," papar Jeje.

hiburan malam wajib tutup

Jeje menambahkan, 311 tempat usaha hiburan wajib tutup pada satu hari sebelum Ramadan, hari pertama Ramadan, Malam Nuzulul Quran, satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri/ malam takbiran, hari pertama dan kedua Hari Raya Idul Fitri, satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha, dan Hari Raya Idul Adha.

Dinas Pariwisata DKI Jakarta juga menambahkan ketentuan, bagi usaha hiburan dilarang memasang reklame/ poster serta pertunjukan film dan pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoaksi dan erotisme. Dilarang menyediakan hadiah dalam bentuk dan jenis apapun.

Jeje mengatakan, ada pun sanksi administrasi bagi usaha hiburan dengan memberikan teguran hingga pencabutan TDUP. Dari laporan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, dari 2011 hingga 2015, bentuk pelanggaran mengalami penurunan.

Sebagai bentuk tanda, boleh buka atau tutupnya sebuah usaha hiburan, Dinas Pariwisata DKI Jakarta memasang stiker. Stiker dengan warna hijau artikya boleh buka, sedangkan stiker merah artinya harus tutup.

[noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ramadan 2016
  3. Jakarta
  4. Hiburan Malam
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini