Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, nama rumah sehat untuk Jakarta tetap digunakan di tiap RSUD. Meskipun kepemimpinan di Ibukota telah berganti.
Adapun nama rumah sakit diubah menjadi rumah sehat tersebut dilakukan era Gubernur Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan.
Widy mengatakan, penjenamaan rumah sehat tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 562 Tahun 2022 Tentang Penjenamaan Rumah Sakit Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Oleh karena itu, kata Widy, penjenamaan tersebut masih berlaku selama Kepgub belum dicabut.
"Sudah ada Kepgub yang mengatur (penjenamaan rumah sehat) itu. Masuk ke bagian Pemprov DKI Jakarta," kata Widyastuti saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (28/11).
Advertisement
Widy juga menegaskan, penjenamaan rumah sehat saat ini hanya berlaku untuk RSUD. Ia mengatakan, pihaknya tidak mewajibkan rumah sakit swasta untuk berubah juga menjadi rumah sehat untuk Jakarta.
"Kita mengatur untuk (rumah sakit) yang di jajaran Pemprov DKI," tambah Widy.
Sebelumnya, rumah sehat untuk Jakarta merupakan penjenamaan layanan kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta yang berlaku di 31 RSUD.
Anies, kala itu, mengatakan pengubahan nama rumah sakit menjadi rumah sehat pada fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah ini dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya berkunjung di saat sakit.
"Selama ini Rumah Sakit kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif, sehingga orang datang karena sakit dan ingin sembuh. Datanglah ke rumah sakit untuk sembuh, padahal untuk sembuh harus sakit dulu. Nah di sisi lain pada pandemi kemarin kita menyaksikan pentingnya menjaga kesehatan. Karena itu Rumah Sehat ini perannya ditambah, yakni aspek promotif dan preventif," kata Anies.
Advertisement
Anies berharap, pergantian nama ini akan berhasil membuat masyarakat berpikir bahwa mereka mendatangi rumah sehat untuk menjadi lebih sehat.
Misalnya, dengan melakukan medical and mental health check up, vaksinasi dan imunisasi, dan berbagai kegiatan yang bersifat promotif preventif lainnya.
Dengan begitu, rumah sehat ini dirancang benar-benar membuat masyarakat berorientasi pada hidup sehat. Bukan sekadar berorientasi sembuh dari sakit.