Program rusunawa setahun lebih berjalan, Ahok akui ada kesalahan
Merdeka.com - Selama memimpin DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, gencar membangun rusun diperuntukkan bagi warga gusuran. Belakangan, Ahok, sapaan Basuki, mengakui program relokasi khususnya untuk warga bantaran ada kekeliruan.
Kekeliruan dimaksud, program itu membuat mata pencarian warga bantaran berprofesi sebagai pedagang mendadak mati. Lapak dagang dibuat di lantai bawah diperuntukkan penghuni rusun nyatanya tak membuat mereka berdagang lebih baik.
Dia berdalih, lapak dagang di rusun mulanya menyontek konsep di sejumlah mal. Di mana pada lantai bawahnya dijadikan tempat jualan.
"Dulu kita mempunyai konsep semua yang tinggal di rusun, toko-toko ya di bawah. Kita terpengaruh lihat kayak mal-kan, Gancit, Taman Anggrek, Central Park, itu kan ada apartemen bawahnya toko. Yang kita lupa di Central Park atau Gandaria City kan daya beli nya tinggi, jual apapun di bawah laku," kata Ahok saat meninjau Rusunawa Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (18/4).
Akibat tak memikirkan dampak bakal terjadi, pedagang terkena relokasi malah merugi saat membuat lapak di rusun. Mengatasi hal itu, Ahok mengklaim akan menyiapkan lapak dagang bagi penghuni rusunawa di sepanjang Kanal Banjir Timur (KBT).
"Ini kan Kanal Banjir Timur ada jalan inspeksi berarti di depannya itu kalau jalan inspeksi di dalam kita bikinin parkiran mobil. Sehingga nanti orang-orang yang di dalam lalu lalang di situ akan mampir belanja. Terutama makanan, ini yang mau kita evaluasi kita mau lakukan seperti itu," jelasnya.
Selain masalah pedagang, dia juga mengevaluasi masalah penempatan warga relokasi. Jika sebelumnya menggunakan sistem pengundian maka ke depan akan diubah. Sistem pengundian membuat tetangga yang sudah dekat bertahun-tahun harus terpisah dan menyesuaikan kembali.
Ahok akan membuat warga yang bertetangga sebelumnya tak dipisahkan dengan harapan kekeluargaan yang telah terbangun tetap dapat dipertahankan walaupun mereka telah direlokasi.
"Tetangga saya baru semua, saya mau minjem beras minyak goreng udah enggak enak nih, nah makanya sekarang kita mau mulai perbaiki kalau orang mau pindah. Apalagi satu keluarga besar satu cluster dia putusin deh mau bareng-bareng satu lantai satu blok boleh, nah ini yang kita lakukan," tegas Ahok.
Selain ini, Ahok berjanji ke depan proses serah terima pengembang rusunawa dengan Pemprov DKI Jakarta tidak terlalu lama.
"Begitu serah terima, sebelum serah terima pun sudah diundi, sehingga masyrakat penghuni akan membantu kami memeriksa mutu bangunan yang dikerjakan. Misalnya contoh dari kementerian, ke depan kita enggak izinkan lagi kementerian yang membangun yang untuk lajang, karena di Jakarta ini lebih banyak orang yang butuh rumah," tutupnya.
Sekadar mengingatkan, proyek pembangunan rumah susun sewa di Rawa Bebek dimulai di akhir tahun 2014, dan prosesi peletakan batu pertama dilakukan Joko Widodo saat menjadi gubernur DKI Jakarta. Rusun ini baru diresmikan kira-kira akhir tahun 2015.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya