Profil Heru Budi Hartono Calon Kuat Pj Gubernur DKI Jakarta
Merdeka.com - DPRD DKI Jakarta mengusulkan tiga nama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang akan menggantikan kepemimpinan Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria.Salah satu nama yang paling kuat adalah Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.
Sementara dua calon lainnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, dan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro.
Mengenai usulan tersebut, Heru mengingatkan, masih ada proses terkait penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, masih ada proses panjang terkait hal itu.
"Masih jauh kan masih diproses di Kemendagri," katanya kepada wartawan, Rabu (14/9).
Berikut profil Heru Budi Hartono calon kuat pengganti Anies Baswedan di Jakarta:
Heru lahir di Medan, 13 Desember 1965. Ia menempuh pendidikan dasar di Jakarta dan sempat 3 tahun di Pakistan.
Selanjutnya, Heru menempuh pendidikan SMP di Jakarta dan melanjutkan SMA di Belanda. Lalu, mengenyam bangku kuliah S-1 dan S-2 di Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta.
Kini, ia menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden. Heru diangkat pada 29 Juli 2017.
Heru mengawali karir sebagai Staf Khusus Walikota Jakarta Utara pada tahun 1993 silam. Selang dua tahun, Heru menjadi Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara.
Di 1999, Heru ditunjuk menjadi Kepala Sub-Bagian Pengendalian pelaporan Kota Jakarta Utara. Lalu di 2002, ia dipindahkan menjadi Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Kota Jakarta Utara.
Di tahun 2008, ia masih berkantor di Jakarta Utara sebagai Kepala Bagian Umum dan lanjut menjadi Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan. Di tahun 2013, ia menjabat sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi DKI Jakarta.
Akhirnya pada tahun 2014, ia ditunjuk Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Joko Widodo, untuk menjadi Walikota Jakarta Utara. Heru menjabat kursi tersebut selama setahun dan akhirnya kembali menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, juga di DKI Jakarta.
Heru sempat digandeng Basuki Tjahaja Purnama untuk maju sebagai bakal calon wakil Gubernur di Pilkada 2017 melalui jalur independen. Namun batal, Ahok memilih jalur parpol dan menggandeng Djarot Syaiful Hidayat.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya