Pemprov DKI Larang Ojek Online Berkerumun dan Wajib Parkir 1 Meter Tiap Motor

Rabu, 27 Januari 2021 10:09 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Pemprov DKI Larang Ojek Online Berkerumun dan Wajib Parkir 1 Meter Tiap Motor Kerumunan ojol saat menunggu penumpang. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo mengimbau para pengemudi ojek online (driver ojol) untuk tidak berkerumun selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar tertanggal 26 Januari-8 Februari 2021.

Kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Syafrin melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 31 Tahun 2021 tentang petunjuk teknis (Juknis) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bidang transportasi pada 26 Januari 2021.

"Ojek online dan ojek pangkalan diperbolehkan mengangkut penumpang dan wajib menerapkan protokol kesehatan," tulis poin pertama dalam SK tersebut, dikutip Rabu (27/1)

Pengemudi ojek online maupun Ojek Pangkalan dilarang berkerumun lebih dari lima orang. Selain itu, harus menjaga jarak minimal satu meter antar pengemudi.

"Saat menunggu penumpang wajib menjaga jarak antar mengemudi dan wajib memarkirkan antar sepeda motor berjarak satu meter," tulis aturan tersebut.

Syafrin juga meminta perusahaan penyedia layanan dan jasa ojek online untuk menerapkan teknologi informasi Geofencing agar pengemudi ojol tidak berkerumun.

Apabila pengemudi berkerumun lebih dari lima orang dan menjaga jarak, maka perusahaan wajib memberikan sanksi bagi pengemudi tersebut.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB usai kasus Covid-19 di Jakarta sudah tidak terkendali. Pada 26 Januari kemarin, kasus baru di Jakarta mencapai 2.314. Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia sudah menembus 1 juta, tepatnya 1.012.350. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini