Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah mobil di Jakarta yang sudah merepotkan sejak 1909

Kisah mobil di Jakarta yang sudah merepotkan sejak 1909 Mobil Batavia . merdeka.com/©2012 Merdeka.com/repro

Merdeka.com - Macetnya Jakarta sekarang bikin pusing warganya. Macet tak lepas dari bertambahnya jumlah mobil, sementara pertumbuhan jalan tidak sebanding. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.117 per hari atau sekitar 9 persen per tahun. Sementara pertumbuhan luas jalan sekitar 0,01 persen per tahun.

Jumlah mobil pada 2012 bahkan mencapai dua juta lebih. Wajar jika pagi, siang, petang, dan malam, Jakarta selalu macet. Diperkirakan 2015 nanti jumlah mobil mencapai 3 juta dan Jakarta dilanda gridlock.

Jumlah 2 juta lebih mobil di Jakarta saat ini tentu adalah pertumbuhan luar biasa dahsyat sejak keberadaan mobil pertama di Jakarta pada sekitar 1903. Mobil pertama di Indonesia datang tahun 1894 milik Sunan Pakubuwono X di Solo. Tiga tahun kemudian, datang mobil pertama ke Surabaya, baru kemudian mobil pertama masuk Batavia pada 1903.

Mobil pertama di Batavia dimiliki oleh Konsul Swiss. Keberadaan mobil di Batavia itu dianggap era baru karena klaksonnya yang berbunyi seperti terompet keras.

Sejak kedatangan mobil pertama itu, pertumbuhan mobil di Batavia terus menanjak. Mobil diimpor oleh Verwey and Lugard Automobiel Maatschappij di Amsterdam. Untuk menunjukkan ketangguhan mobil, dibikin pawai pada 1907 yang diikuti oleh mobil bermerk Spijker dan Fiat melintasi Jawa.

Menurut Jan van der Putten dalam bukunya Lost Times and Untold Tales from the Malay World, pawai diakhiri pertemuan dengan Gubernur Jenderal JB Van Heutz. Sang gubernur jenderal bahkan tertarik membeli Spijker.

Statistik impor mobil ke Batavia dicatat sejak 1912. Dikutip Automotive Industries edisi 1922, pada tahun 1913 tercatat jumlah mobil yang diimpor ke Dutch East Indies (Indonesia) sebanyak 10.923 unit.  Perinciannya 1.328 dari Belanda, 8.126 dari AS, 293 dari Inggris, 245 dari Prancis, 252 dari Italia, 186 dari Jerman, 312 dari Singapura serta 180 unit dari negara lain. Merk yang beredar antara lain Fiat dari Italia, Lorraine, Dietrich, Berliet, dan Brasier dari Prancis, Minerva dari Belgia dan Spijker dari Belanda. Ada pula Opel dan Proto dari Jerman.

Jumlah mobil ini terus tumbuh dari tahun ke tahun. Saking banyaknya, Habib Usman bin Yahya, mufti Batavia, pernah mengirim surat ke Snouck Hurgronje bertarik 1909. Petikannya: "Beberapa bulan terakhir kendaraan yang disebut automobil makin meningkat jumlahnya. Banyak kecelakaan akibatnya. Beberapa hari lalu, seorang anak Eropa tertabrak dan tewas. Ada diskusi antara saya dan Tuan Hoogenstraaten yang menyebut bahwa gubernur jenderal juga punya."

Isi surat Habib Usman, yang juga guru dari Guru Mugni dari Kuningan dan Habib Ali bin Abdurrahman al Habsyi (Habib Ali Kwitang) ini menunjukkan, kekhawatiran perkembangan mobil di Jakarta sebenarnya sudah muncul sejak awal abad. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP