Hanura Sebut Kredibilitas DPRD Dipertaruhkan di Paripurna Pemilihan Wagub DKI

Kamis, 11 Juli 2019 16:50 Reporter : Adi Nugroho
Hanura Sebut Kredibilitas DPRD Dipertaruhkan di Paripurna Pemilihan Wagub DKI Ilustrasi

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Hanura Muhammad Guntur mengatakan kredibilitas anggota DPRD DKI akan dipertaruhkan dalam pemilihan Wagub DKI yang dijadwalkan 22 Juli. Hal ini menyusul perdebatan soal kuorum tidaknya dalam paripurna tersebut.

"Kami di DPRD seperti kata Mendagri tidak berhak menolak, tapi wajib memilih salah satu calon yang diajukan partai pengusung," kata Guntur, Kamis (11/6).

Partai pengusung yaitu Gerindra dan PKS menyodorkan nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies lalu menyodorkan nama itu ke DPRD. Adapun pemilihan melalui rapat paripurna.

Panitia Khusus menyepakati kuorum dihadiri 50 persen plus satu atau minimal 54 anggota DPRD di sana. Ketetapan ini telah disetujui Kementerian Dalam Negeri. Regulasi yang menjadi rujukan syarat kuorum yaitu Pasal 97 ayat (1) huruf C Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tatib DPRD, dan Pasal 129 ayat (2) huruf C Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Menurut Guntur, apabila ada fraksi yang akan memboikot dengan tidak menghadiri rapat paripurna pemilihan Wagub DKI, maka hal itu akan menjadi penilaian masyarakat DKI. "Rakyat Jakarta akan tahu bahwa mereka lah biang kerok yang akan menghambat pembangunan di DKI Jakarta," kata Guntur.

Meski begitu, Guntur optimistis paripurna pemilihan Wagub DKI akan kuorum. Bahkan, hitungannya melebihi dari kuorum. Ia menyebut, Gerindra dan PKS memiliki 25 suara, dan dipastikan hadir karena komitmen politik dua partai itu.

"Ditambah Hanura 10 yang berkomitmen hadir karena Ketua Pansus Wagub DKI kan dipegang Hanura, jadi kita wajib mensukseskannya," lanjut Guntur.

Selain itu, ia mendengar PPP dan Partai Demokrat akan hadir penuh. Adapun NasDem dan PKB, kata dia, bisa dibilang masih sekitar 50 persen, sementara PDIP sudah 1/3 menyatakan hadir.

"Tapi saya yakin, bila Ketua DPRD DKI Prasetio sebagai pimpinan mau bekerja sama dengan Pemprov DKI, maka bisa dipastikan PDIP sebagian besar akan hadir," ujarnya.

Melihat itu, kata Guntur, rapat paripurna gagal atau tidak kuorum hanya isu. "Saya yakin para sahabat DPRD saat ini sebagian besar ingin mensukseskan pemilihan Wagub DKI," pungkas Guntur. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. DPRD DKI
  2. Bursa Cawagub DKI
  3. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini