DKI Disarankan Gelar Festival untuk Budayakan Bersepeda di Jakarta

Sabtu, 21 September 2019 20:26 Reporter : Merdeka
DKI Disarankan Gelar Festival untuk Budayakan Bersepeda di Jakarta bersepeda. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menyarankan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sering menggelar festival bersepeda guna membumikan budaya bersepeda di Jakarta.

"Pemprov DKI perlu melakukan festival naik sepeda, ada lomba sepeda, ada lomba sepeda hias. Jadi manfaatkan itu," katanya saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (21/9).

Untuk memeriahkan itu, lanjut Yayat, Pemprov DKI bisa menggandeng beberapa dinas, misalnya dinas pendidikan. Agar mengajak anak-anak SMP atau SD ikut bersepeda.

"Terus dinas olahraganya harus ngajak, kemudian dinas kebudayaan harus ngajak. Jadi semuanya harus turun. Kita mah kalau gak didorong-dorong enggak akan pernah muncul," tegas Yayat.

Yayat melanjutkan, Pemprov DKI juga bisa mengadakan hari bersepeda dalam satu minggu. Misalnya Hari Jumat Bersepeda.

"Atau bike to school naik sepeda sepanjang jalan itu. Ya kan banyak, bike to work, bike to fun," jelas Yayat.

Yayat memandang festival bersepeda untuk merangsang masyarakat mencintai budaya bersepeda. Karena menurutnya masyarakat Indonesia menyukai hal-hal yang berbau euforia.

"Orang Indonesia kalau enggak ramai-ramai itu enggak ramai," seloroh Yayat.

Yayat juga menyarankan supaya Pemprov DKI mengadakan tempat penyewaan sepeda di beberapa titik. Titik-titiknya, kata Yayat bisa di daerah dekat dengan halte angkutan umum supaya masyarakat bisa mengakses halte dengan menggunakan sepeda.

"Nanti dibayar pake pin, catet nama siapa, nomor sepedanya, pakai GPS. Selesai," saran Yayat.

Yayat melihat memang ada beberapa kendala yang dihadapi bagi mereka yang melakukan aktivitas menggunakan sepeda. Misalnya saja tidak adanya ruang untuk para pesepeda seusia mengayuh pedal sepedanya.

Bersepeda adalah aktivitas yang cukup memicu keluarnya keringat. Maka jika seseorang itu akan ke kantor otomatis perlu mandi terlebih dahulu seusai mengayuh sepedanya.

"Jadi orang habis naik sepeda ke kantor gue mau mandi di mana nih. Mau simpan sepeda di mana nih, mau sarapannya di mana," katanya.

Oleh karenanya, Yayat memandang kebutuhan akan club house bersepeda amat dibutuhkan guna merangsang budaya bersepeda di Jakarta. "Kalau tidak ada itu ya susahlah," ucapnya.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pemprov DKI
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini