Cekcok Pembagian Uang, Juru Parkir Perlintasan Kereta di Jakbar Tewas Ditikam Rekan

Selasa, 27 April 2021 03:04 Reporter : Merdeka
Cekcok Pembagian Uang, Juru Parkir Perlintasan Kereta di Jakbar Tewas Ditikam Rekan Pelaku pembunuhan di Pekojan. ©2021 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Tukang seberang di perlintasan rel sebidang tak resmi membunuh rekannya gara-gara pembagian jatah yang tidak rata.

Pelaku Agus Bin Marsan (40) dan korban Andri (60) sama-sama bekerja sebagai tukang seberang sepeda motor di pintu perlintasan tak resmi Bandengan Utara, Pekojan, Jakarta Barat.

"Ada sekitar 4 orang di dalam satu kelompok ini. Mereka-mereka ini memberikan jasa untuk membantu menyeberangkan di rel kereta api," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, Senin (26/4).

Ady mengatakan, Andi Andri alias Andri sebagai yang dituakan diberikan kepercayaan membagikan uang pemberian pemotor. Ady menyebut, dua orang di antaranya mendapatkan Rp 70 ribu. Sementara pelaku, Agus Bin Marsan hanya memperoleh Rp 65 ribu.

"Ada diskriminasi jumlah di sini, dan ini selalu ditahan-tahan oleh pelaku selama 2 tahun," ujar Ady.

Ady menerangkan, Agus Bin Marsan tak mampu lagi menahan rasa kesal kepada Andri. Apalagi, Agus didesak sang istri mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan pada hari raya Idulfitri.

"Inilah memuncak kemarahan yang sudah terakumulasi oleh pelaku," ucap dia.

Ady menjelaskan, petaka pun tiba saat Agus dan Andri bertemu pada Kamis 15 April 2021. Saat itu, Andi berbagi hasil uang pemberian pemotor kepada lima orang termasuk Agus.

Ady menyampaikan, Agus kembali mendapatkan jatah paling kecil. Tapi, kala itu Agus ngotot meminta lebih hingga terjadilah cekcok.

"Di situ pelaku memberanikan diri untuk menanyakan kenapa sampai seperti ini, lalu terjadilah cekcok," ucap dia.

Agus yang kesal kemudian menusuk leher korban dengan sebilah pisau. Luka itu membuat Andy kehilangan nyawa. Usai perkelahian Agus sempat bersembunyi ke daerah Tangerang sebelum dibekuk polisi.

Saat ini, Agus dijebloskan ke Polsek Tambora Jakarta Barat. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Agus dijerat Pasal 338 dan Pasal 351 ayat 3 KUHP.

"Tersangka kami amankan di rumah keluarganya," ucap dia.

Kepada polisi, Agus mengu hilaf telah membunuh Andy, orang yang dianggap sebagai saudaranya sendiri. Agus mengatakan, sudah dua tahun lebih bekerja dengan Andri di perlintasan rel tak resmi Bandengan, Jakarta Barat. Agus mengatakan, ia selalu mendapat uang paling kecil dibandingkan yang lain.

"Si Andri memang yang koordinator kami dari dulu. Iya pak, dari empat orang saya yang selalu diberikan uang lebih sedikit," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Ragam Konten
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini