Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bermodal Surat Tugas Palsu, 9 Satpol PP DKI Gadungan Disuruh Ikut Operasi PPKM

Bermodal Surat Tugas Palsu, 9 Satpol PP DKI Gadungan Disuruh Ikut Operasi PPKM Pelanggar masker di Jakarta. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Sebanyak sembilan orang yang menjadi korban penipuan perekrutan personel Satpol PP DKI abal-abal sempat ditugaskan ikut operasi PPKM. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Yusri mengungkap pelaku YF memalsukan surat tugas dan diberikan ke sembilan korbannya. "Korbanya sudah hampir dua bulan sejak juni lalu direkrut sejak 15 juli termasuk pelapornya kemudian dikasih tugas operasi yustisi PPKM," kata Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/7).

Kemudian berdasarkan pengakuan dari para korban, mereka mengaku pernah melakukan operasi di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Alhasil terungkap cara YF agar korbannya tak ketauan, mereka semua ditugaskan melakukan operasi secara bersamaan dan menghindari jangan sampai bertemu Satpol PP yang lainnya.

"Selama beroperasi selama dua bulan dia menggunakan seragam Satpol PP, tapi dalam kelompok mereka saja. Bahkan ada satu inisial B (korban) dijadikan danton di situ, untuk memimpin delapan temannya yang lain bergerak operasi yustisi, menegur orang yang tidak pakai masker. Sesuai dengan ajaran dari tersangka ini," bebernya.

Namun setelah bekerja selama dua bulan tidak dapat gaji, para korban mulai curiga dan mengkonfirmasi kepada temannya yang langsung menanyakan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin.

"Korban melaporkan minta bantuan temannya menghubungi Satpol PP langsung pada Ketua Satpol PP Pak Arifin ada beberala yang melaporkan setelah dilihat surat pengangkatan dan kontrak kerja dan diyakini Kasatpol Pp bahwa yang itu palsu," ujar Yusri

"Tanggal 26 Juni kemarin dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan inilah kita berhasil mengamankan. Dari sembilan orang ini baru lima orang yang bayar itupun ada yang belum lunas. Total semuanya ada Rp60 juta yang diterima (YF)," lanjutnya.

Lebih lanjut, Yusri pun mengimbau kepada masyarakat agar selektif dan tidak mempercayai apabila ada pihak yang mengaku bisa meloloskan pekerjaan dengan iming-iming bayaran, termasuk dalam kasus penipuan Satpol PP Gadungan.

"Kalau memang mau mendaftar anggota Satpol PP silakan mendaftar sesuai mekanisme yang ada. Silakan datang ke kantor Satpol PP apakah memang ada prekrutan di sana atau tidak. Ini kan tidak langsung datang ke kantornya, tapi ini langsung face to face," sebut Yusri.

Sementara guna mempertanggungkan kelakuannya, tersangka YF sendiri akan dijerat dengan Pasal 372 KUHP jo 378 KUHP yang masing-masing hukumannya empat tahun penjara.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Berapa Dana Digelontorkan Pemprov DKI Jakarta Jika Pilgub Jakarta 2 Putaran?
Berapa Dana Digelontorkan Pemprov DKI Jakarta Jika Pilgub Jakarta 2 Putaran?

Kesbangpol akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan SKPD terkait lainnya di jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Baca Selengkapnya
Komplotan Pemalsu SIM di Jakarta Selatan Terbongkar, Dua Pelaku Ditangkap
Komplotan Pemalsu SIM di Jakarta Selatan Terbongkar, Dua Pelaku Ditangkap

Kasus pemalsuan dokumen berhasil diungkap oleh jajaran Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan. Dua orang tersangka atas nama TN (32) dan PRA (21) ditangkap.

Baca Selengkapnya
TKN Ingatkan Parpol Pengusung Ganjar dan Anies Gabung Koalisi Ikut Aturan Main Prabowo-Gibran
TKN Ingatkan Parpol Pengusung Ganjar dan Anies Gabung Koalisi Ikut Aturan Main Prabowo-Gibran

TKN tidak mempermasalahkan apabila parpol pengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD menolak tawaran gabung koalisi.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
3 Polisi Jakarta Utara Dipecat Tanpa Hormat!
3 Polisi Jakarta Utara Dipecat Tanpa Hormat!

Ketiganya ada yang terjerat narkoba dan bolos dinas

Baca Selengkapnya
Momen Kapolres Sigap Turun dari Mobil Dinas Lalu Bantu Korban Kecelakaan & Minta Patwal Segera Bawa ke RS
Momen Kapolres Sigap Turun dari Mobil Dinas Lalu Bantu Korban Kecelakaan & Minta Patwal Segera Bawa ke RS

Kapolres meminta mobil patwal polisi lalu lintas yang semula ditugaskan mengawal kendaraan dinasnya menuju lokasi kegiatan untuk membawa korban ke rumah sakit.

Baca Selengkapnya
Kisah Brigjen Polisi Dicopot Jabatan karena Tolak Perintah Kapolri, Kariernya Malah Melesat Hingga Jadi Wakapolri
Kisah Brigjen Polisi Dicopot Jabatan karena Tolak Perintah Kapolri, Kariernya Malah Melesat Hingga Jadi Wakapolri

Cerita eks Wakapolri ungkap pernah dicopot dari jabatannya karena bantah perintah atasan.

Baca Selengkapnya
Di balik Kasus Pembunuhan Wanita Hamil di Kelapa Gading, Korban Ternyata Punya Hubungan Gelap dengan Pelaku
Di balik Kasus Pembunuhan Wanita Hamil di Kelapa Gading, Korban Ternyata Punya Hubungan Gelap dengan Pelaku

Korban RN ternyata menjalin hubungan dengan AT selama tiga tahun.

Baca Selengkapnya
Heboh Kabar Mahasiswa STIP Jakarta Tewas, Polisi Langsung Datangi Lokasi
Heboh Kabar Mahasiswa STIP Jakarta Tewas, Polisi Langsung Datangi Lokasi

Polisi belum bisa merinci penyebab dan kronologi peristiwa tersebut. Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Baca Selengkapnya
Jenderal Polisi Pecat Anggota Polwan, Kapolres Langsung Coret 'Wajahnya' di Depan Anak Buah
Jenderal Polisi Pecat Anggota Polwan, Kapolres Langsung Coret 'Wajahnya' di Depan Anak Buah

Kapolda memutuskan terhitung mulai 31 Januari 2024, Bripka NA diberhentikan tidak dengan hormat dari Dinas Bintara Polri.

Baca Selengkapnya