Bantah Anies Baswedan, Djarot Tegaskan Era Ahok Mau Bangun ITF di Sunter

Sabtu, 3 Agustus 2019 20:35 Reporter : Merdeka
Bantah Anies Baswedan, Djarot Tegaskan Era Ahok Mau Bangun ITF di Sunter Kongres V PDI Perjuangan. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Gubernur DKI Anies Baswedan, mengungkapkan pemerintahan sebelumnya, belum dibangun ITF (intermediate treatment facility). Hal ini disampaikannya saat memberikan pernyataan, untuk menjawab tudingan Anggota DPRD Bestari Barus.

Terkait hal ini, mantan Gubernur dan Wagub Jakarta, Djarot Saiful Hidayat membantah tudingan Anies. Menurutnya, sudah pernah dibangun ITF di Sunter.

"Coba ya nanti dibuka dokumennya kita bangun ITF di Sunter. Zaman Pak Ahok, zaman saya sudah ditata, di sana, tapi eksekusinya belum," kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (3/8).

Dia menegaskan, pihaknya sudah berusaha untuk mendorong betul pengurangan sampah. Bahkan sampah plastik.

"Sudah kita tetapkan kita dorong betul untuk pengurangan sampah, kemudian pelarangan untuk menggunakan sampah plastik," jelas Djarot.

Dia pun menyarankan, jangan hanya bisa menyalahkan. Mestinya kata Djarot, Anies sebagai pemimpin saat ini memperbaiki kekurangan era sebelumnya.

"Artinya tantangan depan harus diselesaikan. Kalau di masa lalu ada kekurangan ya tugas kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Bestari justru menceritakan masalah sampah Jakarta yang sudah ada sejak lama, tapi bukan soal inovasi barunya.

"Sebetulnya Beliau, Bapak Bestari itu menceritakan pengelolaan sampah selama ini. Saya sedang mengubah, sebelum saya bertugas tidak ada ITF (intermediate treatment facility), Sekarang kita mulai ada ITF. Lagi diproses," kata Anies di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).

Anies mengatakan, saat ini pihaknya justru tengah berjuang menangani permasalahan sampah di Jakarta. Dari sebelumnya tidak ada ITF, hingga saat ini sudah mulai berjalan.

"Kedua di Bantar Gebang ada pengelolaan dari sampah jadi energi, itu dulu belum ada. Jadi, Pak Bestari itu bicarakan Jakarta yang dia ikut tanggung jawab kemarin. Jadi, Beliau suka lupa nih," ujarnya.

Anies menilai Bestari berniat menyerang dirinya dengan masalah sampah, tapi yang ada justru menyerang Gubernur DKI sebelumnya.

"Maunya nyerang gubernur sekarang, padahal dia nyerang gubernur sebelumnya itu. Yang saya terima saat ini adalah kenyataan yang ada sejak kemarin," ucap Anies.

Menurut mantan Mendikbud itu, masalah sampah di Jakarta sudah ada sejak dirinya belum menduduki kursi DKI 1. Oleh karena itu ia menyebut serangan Bestari tidak tepat.
.
"Jadi yang dikatakan Pak Bestari mungkin maksudnya mau nyerang gubernur sekarang tapi justru nyerang gubernur-gubernur sebelumnya. Jadi hati-hati Pak Bestari tuh," ujar Anies.

Selain itu, Anies mengaku mengapresiasi jawaban Wali Kota Risma yang ingin membantu Jakarta. Namun, Anies meminta agar masalah Jakarta biar menjadi tanggung jawab Pemprov dan DPRD DKI.

"Kita apresiasi pada perhatian dan lain-lain. Kemudian biarlah Jakarta diurus oleh DPRD DKI, oleh Pemprov Jakarta. Jadi Pak Bestari itu mungkin lagi siap-siap mau pensiun tuh," tandas Anies. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini