Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Baswedan Sebut Tower Wisma Atlet Sebagai Museum Sejarah Penanganan Covid-19

Anies Baswedan Sebut Tower Wisma Atlet Sebagai Museum Sejarah Penanganan Covid-19 RSD Wisma Atlet Kemayoran. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, tower Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi wujud sejarah, sekaligus museum pengalaman para penyintas Covid-19. Ungkapan ini ia sampaikan saat menghadiri peluncuran buku yang berisi kumpulan foto selama masa pandemi di Jakarta.

"Gedung ini menjadi preform salah satu monumen Covid yang hari ini belum disadari. Nanti, gambar ini akan dikenang lintas zaman karena di sinilah tempat berkumpulnya penyintas Covid paling banyak," kata Anies yang dikutip pada Minggu (31/1).

Bukan sekadar menjadi tempat menampung penyintas Covid-19, tower Wisma Atlet, menurutnya juga menjadi tonggak sejarah yang menjadi saksi bahwa di tempat itu menampung pasien dengan jumlah terbesar se-Asia Tenggara dan Asia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, bangunan yang terdiri puluhan lantai itu tidak akan memiliki kesan cerita tanpa adanya dokumentasi satu peristiwa. Contohnya, kata Anies, tower Wisma Atlet pernah dijadikan asrama bagi para atlet se-Asia dalam ajang Asian Games pada 2018.

Namun, momen itu tidak lebih berkesan dibanding dengan pemanfaatan tower Wisma Atlet saat ini, yaitu menampung puluhan ribu penyintas Covid-19.

"Betapa foto ini foto yang sesungguhnya, waktu Asian Games pernah foto tapi tidak akan jadi berita apa-apa tidak akan jadi kenangan apa-apa di Asian Games, tapi coba, ini adalah satu yang beda, ini bukan sekedar building this is not just grup towers this is place of history," tandasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP