Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok baca puisi Gus Mus: Kalau lagu itu kaya Iwan Fals

Ahok baca puisi Gus Mus: Kalau lagu itu kaya Iwan Fals Ahok Baca Puisi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama membacakan puisi milik Mustofa Bisri (Gus Mus) bertajuk Negeri dalam salah satu acara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dia mengaku memilih sendiri puisi tersebut karena telah mengetahui maknanya.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak terlalu mengenal sosok Gus Mus. Mereka hanya sekali bertamu saat sama-sama mendapatkan penghargaan di Gus Dur Awards pada 2016 sebagai sosok berani dan tegas.

"Aku suka Gus Mus ini kritik sosial. Kalau lagu itu kaya Iwan Fals. Aku suka Gus Mus. Kalau Gus Mus bacanya lebih enak lagi cepat, aku gak bisa niru sih," kata Ahok di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1).

Dia mengaku mengerti maksud puisi yang ditulis oleh Gus Mus tersebut. Sebab mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, puisi itu harus dibaca untuk pribadi sang pembaca, jika tidak maka bukan membaca puisi melainkan hanya sekadar membaca.

"Kalau Puisi itukan bicara buat kita. Kalau kita gak bicara buat kita, itu Puisi cuman bacaan. Gak ada rohnya. Puisi itu ada rohnya, kalau udah keluar dari hati nurani kita. Jadi yang dengarpun bisa ngerti dari ruh nya," tutupnya.

Berikut naskah puisi bertajuk Negeriku karya Mustofa Bisri:

NEGERIKU

Mana ada negri sesubur negeriku

Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu dan jagung tapi juga pabrik, tempat rekreasi dan gedung

Prabot–prabot orang kaya di dunia dan burung – burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku Ikan–ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku

Emas dan perak, perhiasan mereka digali dari tambangku

Air bersih yang mereka minum bersumber dari keringatku

Mana ada negri sekaya negeriku

Majikan–majikan bangsaku memiliki buruh–buruh mancanegara

Brangkas–brangkas Bank ternama dimana–mana menyimpan harta–hartaku

Negriku menumbuhkan konglomera dan mengikis habis kaum melarat

Rata–rata pemimpin negriku dan handai tolannya terkaya didunia

Mana ada negri semakmur negeriku

penganggur–penganggur diberi perumahan, gaji dan pensiunan setiap bulan

Rakyat–rakyat kecil menyumbang negara tanpa imbalan

Rampok–rampok di beri rekomendasi, dengan kop sakti instansi

Maling–maling di beri konsensi

Tikus dan kucing dengan asik berkolusi (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP