Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Masih Sepi Penumpang, Pengelola Siapkan 70 Armada
Merdeka.com - Aktivitas arus mudik Lebaran di Terminal Bus Mandala, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terpantau masih sepi. Menurut salah seorang sopir bus, sepinya penumpang baik untuk keberangkatan ataupun kedatangan tersebut sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
"Kami sejak tiga hari terakhir ini penumpang tampak sepi, " kata sopir bus jurusan Rangkasbitung-Kalideres Jakarta, Dede (45), di Terminal Bus Mandala Rangkasbitung di Lebak seperti dilansir dari Antara.
Pengemudi Bus Bisa Bernapas Lega

©2022 YouTube Largho Transportasi/ Merdeka.com
Meski penumpang masih sepi, Dede dan pengemudi bus lain di Terminal Mandala, Rangkasbitung bisa tetap bernapas lega. Pasalnya kendaraan berbagai trayek kembali beroperasi setelah dua tahun berhenti karena pandemi Covid-19.
Para pengemudi angkutan umum pun menyambut positif keputusan pemerintah yang membolehkan mudik Lebaran pada tahun ini.
Terkait prediksi puncak arus mudik, kemungkinan besar kepadatan penumpang akan terjadi pada H-5. Kebanyakan pemudik yang menggunakan jasa bus di sana berasal dari wilayah Tangerang, Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Bandung.
"Kami saat ini tetap menjaga kondisi kendaraan agar layak beroperasi untuk melayani penumpang arus mudik," kata Dede.
Lonjakan Diperkirakan H-5 Lebaran
Senada dengan Dede, pengemudi lainnya bernama Mastur (55) yang melayani trayek Rangkasbitung–Bekasi mengungkapkan jika rombongan penumpang yang hendak pulang kampung belum terlihat meningkat signifikan.
Para pekerja di wilayah Bekasi dan Cikarang kemungkinan belum menerima tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan. Kemungkinan besar arus mudik Lebaran akan terjadi mulai H-5 setelah menerima THR.
"Kami meyakini angkutan lebaran tahun ini dipastikan arus mudik mencapai ribuan, " katanya menjelaskan.
Pengelola Siapkan 70 Armada Bus
Masih sepinya penumpang juga diakui oleh Kepala Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Muksin.
Guna memberikan pelayanan yang maksimal saat memasuki masa arus mudik, pihaknya menyiapkan fasilitas sebanyak 70 unit armada bus Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dan 40 armada Angkutan Kendaraan Dalam Provinsi (AKDP).
Selain itu juga pihaknya menyiapkan kendaraan cadangan jika terjadi lonjakan penumpang arus mudik maupun arus balik Lebaran.
"Kami meyakini penumpang arus mudik Lebaran akan meningkat tajam, karena selama dua tahun adanya larangan," kata Muksin.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya