Kurang dari sepekan hari raya Imlek akan tiba. Momen ini tentu dinantikan oleh masyarakat etnis Tionghoa untuk berdoa dan berbagi kebaikan. Salah satu ikon yang wajib hadir adalah kue keranjang.
Industri kue keranjang rumahan di berbagai wilayah saat ini tengah kewalahan melayani pesanan, seperti di Jalan Burok, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
Bahkan menurut owner, pesanan sudah masuk sejak dua bulan terakhir.
Tak hanya dalam negeri, permintaan kue juga datang dari mancanegara sehingga pabrik legendaris ini terus meningkatkan kegiatan produksinya.
Advertisement
Kewalahan
Mengutip YouTube Liputan6 SCTV, sang pemilik pabrik, Reni mengaku pesanan sudah masuk sejak akhir tahun lalu.
Sejak itu pula proses produksi mulai dijalankan dengan mempertahankan resep turun temurun. Terlihat para pekerja mencampur dan mengaduk adonan kue keranjang dari atas wajah besar.
“Jadi memang kita saat ini hanya melayani yang sudah pesan saja,” terang dia
Advertisement
Dibuat dari Tepung Beras dan Gula
Untuk membuat kue keranjang, owner telah menyiapkan bahan-bahan berkualitas mulai dari tepung beras ketan, air dan gula.
Seluruh bahan kemudian dicampurkan dan dimasak di atas wajan panas. Selama pemasakan, proses mengaduk tidak boleh berhenti.
Kue keranjang akan dinyatakan masak saat seluruh bahan sudah menyatu dengan warna kecokelatan dan bertekstur kenyal. Adonan lantas didinginkan dan dicetak ke wadah.
Advertisement
Pesanan hingga ke Singapura dan Belanda
Reni mengatakan jika di tahun ini proses pemesanan hanya dibuka selama satu bulan. Ini karena permintaan yang meningkat.
Salah satu tujuan pengiriman produknya adalah negara Singapura dan Belanda, serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.
“Jadi satu bulan sebelum hari raya Imlek, kami sudah tutup pesanan,” terangnya.
Advertisement
Makna Kue Keranjang
Merujuk Liputan6, bagi masyarakat Tionghoa kue keranjang tak sekedar sajian yang disuguhkan ketika tahun baru Imlek semata. Terdapat makna mendalam di setiap potongnya.
Disebutkan jika kue ini merupakan lambang perhatian dan kasih sayang, di mana kue ini akan diberikan kepada orang-orang yang dicintai seperti keluarga, kolega, atasan dan sebagainya.
Kue ini biasanya dikirim dalam bentuk bingkisan, bersama beberapa pernak pernik dan juga angpao.
Advertisement
Membuka Keberuntungan
Jika dilihat dalam kepercayaan masyarakat di Tiongkok secara turun temurun, kue ini melambangkan keberuntungan.
Barangsiapa yang menghadirkan atau memakan kue ini dipercaya akan berikan rasa beruntung selama satu tahun ke depan.
Dalam bahasa Cina kue keranjang memiliki nama asli Nian Gao (年糕). Karakter Nian 年 berarti tahun, sedangkan Gao 糕 berarti kue. Gao 糕 juga memiliki pengucapan yang sama dengan 高 (/gao/) yang berarti 'tinggi'.
Ini sejalan dengan harapan “tahun yang lebih tinggi” di masa mendatang. Tinggi merujuk ke keberuntungan.
Advertisement
Merekatkan Antar Orang Terkasih
Mengutip Chinahighlights, tekstur kue keranjang yang lengket dan manis rupanya memiliki makna khusus. Ini akan menambah eratnya persaudaraan antar orang terkasih.
Jadi orang-orang yang diberi kue ini disimbolkan telah menerima kasih sayang dari sang pemberi.
Kemudian, bagi yang menikmati kue keranjang juga akan diberikan kekuatan dan tekad dalam mengarungi tahun-tahun mendatang untuk meraih cita-cita.