Sebuah beduk di Masjid Jami Sabilul Huda, Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu dianggap memiliki keistimewaan. Konon saat ditabuh suaranya pernah terdengar sampai Cirebon yang berjarak puluhan kilometer.
Terdengarnya beduk sampai ke kota tetangga itu kemudian menarik perhatian dari seorang pangeran. Ia berniat meminjamnya selama beberapa hari, namun ditolak secara halus oleh warga setempat.
Usut punya usut ini menyebabkan masjid tersebut tiba-tiba berlubang di salah satu sisi kulitnya. Sejak saat itu, beduk ini dirawat dan dijadikan sebagai benda warisan leluhur bernilai edukasi di Indramayu.
Keunikan dan sisi antiknya sampai sekarang bisa disaksikan secara bebas, sembari melaksanakan ibadah di sana.
Advertisement
Jadi Beduk Tertua di Indramayu
Mengutip kanal YouTube The Heritage, Senin (5/4) di samping terkenal dengan kisahnya, beduk ini juga jadi warisan para leluhur di wilayah Indramayu.
Menurut sang juru kunci, pembuatannya dilakukan pada tahun 1600-an masehi dan resmi digunakan di masjid pada 1692.
Tak berbeda dengan yang lain, beduk ini terbuat dari unsur kayu sidaguri yang kokoh dengan kulit hewan di kedua sisinya. Ukurannya tidak terlalu besar dengan lebar 1 meter dan panjang 1,3 meter.
Advertisement
Digantung dan Ditutup Kain Putih
Kondisi beduk masih sangat terawat. Ini dibuktikan dari tidak adanya kerusakan fisik selain karena faktor usia.
Posisinya digantung dan ditutup kain berwarna putih di samping beduk baru yang berukuran lebih besar.
Sampai saat ini, beduk masih mencuri perhatian masyarakat, termasuk orang-orang dari luar wilayah yang melaksanakan salat di sana.
Advertisement
Dibuat oleh Sunan Welang
Merujuk Liputan6, menurut salah satu pengurus masjid, Abdul Hamid (53), tidak ada yang tahu persis bagaimana latar belakang terciptanya beduk ini.
Namun, beduk ini awalnya dibuat oleh salah satu tokoh bernama Sunan Welang yang merupakan murid dari Syekh Quro.
Dalam naskah Purwaka Caruban Nagari, Syekh Quro merupakan seorang ulama. Dia adalah putra ulama besar Perguruan Islam dari negeri Campa yang jika ditelusuri masih memiliki keturunan dengan Nabi Muhammad SAW.
Advertisement
Suaranya Terdengar Sampai Cirebon
Hamid mengatakan jika ada kisah menarik di balik legendarisnya beduk tersebut. Konon, beduk ini sempat mengeluarkan suara yang sangat nyaring hingga terdengar sampai wilayah Cirebon.
Padahal jaraknya sangat jauh, mencapai 34 kilometer. Suara itu lantas direspons oleh seorang pangeran dari Cirebon. Karena menarik, ia mengutus seseorang untuk meminta izin meminjam beduk tersebut.
"Salah seorang pangeran dari Cirebon, mengirim utusan untuk meminjam beduk ini,” kata dia.
Advertisement
Tiba-Tiba Bolong Setelah Tak Boleh Dipinjam
Dijelaskan Hamid, karena warga sudah merasa memiliki beduk itu dan jadi ikon masjid di sana, maka secara halus permintaan peminjaman itu ditolak.
Saat itu disebutkan bahwa alasannya karena beduk ini sudah berlubang. Namun ini hanya siasat warga agar tidak jadi dipinjam.
Rupanya setelah tak jadi dipinjam, beduk itu tiba-tiba berlubang dengan sendirinya. Kejadian ini disebut Hamid juga terjadi berulang tanpa alasan yang jelas.
Advertisement
Sering Dikerik Orang
Kondisi itu yang kemudian diyakini sebagai karamah atau kekuatan tertentu dari beduk tersebut. Dari sana banyak warga yang meyakini bahwa beduk itu memiliki berbagai khasiat.
Akibatnya tak jarang ada pendatang yang mengetahui kisah ini, dan mencoba mencupliknya di bagian bawah.
"Karena itulah, bagian bawah beduk terlihat mengilat karena hasil kerikan," katanya lagi.
Saat ini ia melapisi beduk itu dengan kain putih agar kebersihannya tetap terjaga.