Viral Aksi Premanisme Berkedok Jualan Air Mineral di Bandung, Begini Nasib Pelaku

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lensabandungraya pada Rabu (16/2), terlihat perekam video tersebut awalnya diteriaki oleh para pelaku yang kemudian menghampirinya.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Viral Aksi Premanisme Berkedok Jualan Air Mineral di Bandung, Begini Nasib Pelaku
Mama Rieta. Youtube - Rans Entertainment

Aksi premanisme di kawasan pertigaan Leuwidulang, Rancamanyar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat baru-baru ini viral di media sosial. Pelaku melakukan aksi pemalakan terhadap sopir angkutan dengan berpura-pura menawarkan air mineral.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lensabandungraya pada Rabu (16/2), terlihat perekam video tersebut awalnya diteriaki oleh para pelaku yang kemudian menghampirinya.

Berikut ulasan lengkapnya.

Tiba-tiba Menaruh Air Mineral Botol ke Dashboard Mobil

Usai menghampiri mobil pemilik video tersebut, pelaku langsung meletakkan air mineral di dashboard mobil sambil meminta uang dari pengemudi. Setelah uang diberikan, air mineral dalam bentuk botol itu malah kembali dibawa oleh pelaku.

Geus aya,,, geus ayaa (udah ada, udah ada)” kata penumpang di kendaraan tersebut

Ohh geus aya (oh sudah ada),” timpal pria yang diduga preman yang langsung kembali ke pinggir jalan.

Dalam unggahannya, pemilik video tersebut mengaku sudah dua kali menjadi korban aksi premanisme dengan modus jualan air mineral itu. Saat itu, ia bersama ayahnya tengah menggunakan mobil pick up dan beberapa kali melewati pertigaan Leuwidulang karena mengangkut barang pindahan.

Menurut keterangannya, para pelaku mengincar pengendara angkutan barang dan jenis angkot. 

Tah jigana teh nawaranna ngan ka jenis mobil angkot jeung tipe pick up (nah kayaknya itu nawarinnya hanya ke jenis mobil angkot dan tipe pick up,)” tulis pemilik video tersebut.

Endingnga Pelaku Minta maaf

Viralnya video pemalakan sopir tersebut langsung direspon oleh anggota kepolisian dari Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung.

"Atas dasar aduan masyarakat dalam sebuah unggahan video yang merasa resah dengan para preman di wilayah Leuwidulang Desa Rancamulya, kami Polsek Pameungpeuk menerjunkan tim untuk meringkus pelaku yang viral. Saat ini sudah kami amankan di Mapolsek Pameungpeuk untuk diperiksa dan dimintai keterangan," ujar Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Ifan Taufik, Kamis 17 Februari 2022

Adapun sebanyak empat pelaku telah diamankan setelah 24 jam viral, yakni EG (44), MR (22) dan AS (44) serta AL. Mereka langsung diperiksa dan diminta memberikan permohonan maaf ke publik.

“Assalamualaikum wr wb, saya Asep Lesmana menyatakan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada pengguna jalan yang merasa dirugikan atas perbuatan yang saya lakukan di pertigaan jalan Kampung Leuwidulang, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, yang mengakibatkan masyarakat menjadi resah, dan kini videonya viral di media sosial. Sekali lagi saya meminta maaf, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari.” Kata salah satu pelaku, AL. Mengutip laman jurnalpolri

 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bandung (@lensabandungraya)

Baca Juga Pemkab Subang Gencarkan Pengembangan UMKM Inovatif di Era Digital

Pelaku Akhirnya Minta Maaf

Viralnya video pemalakan sopir tersebut langsung direspons oleh anggota kepolisian dari Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung.

"Atas dasar aduan masyarakat dalam sebuah unggahan video yang merasa resah dengan para preman di wilayah Leuwidulang Desa Rancamulya, kami Polsek Pameungpeuk menerjunkan tim untuk meringkus pelaku yang viral. Saat ini sudah kami amankan di Mapolsek Pameungpeuk untuk diperiksa dan dimintai keterangan," ujar Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Ifan Taufik.

Empat pelaku kemudian diamankan tak lama setelah video itu viral. Keempatnya adalah EG (44), MR (22), AS (44), serta AL. Mereka langsung diperiksa dan diminta memberikan permohonan maaf ke publik.

“Assalamualaikum wr wb, saya Asep Lesmana menyatakan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada pengguna jalan yang merasa dirugikan atas perbuatan yang saya lakukan di pertigaan jalan Kampung Leuwidulang, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, yang mengakibatkan masyarakat menjadi resah, dan kini videonya viral di media sosial. Sekali lagi saya meminta maaf, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari.” Kata salah satu pelaku, AL mengutip laman jurnalpolri.

      View this post on Instagram

A post shared by Bandung (@lensabandungraya)

Baca Juga BP Rebana Gencar Promosikan Peluang Investasi Rebana ke Investor Malaysia
Rekomendasi