Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan telur puyuh. Telur kecil yang bisa dimakan sekali suap ini dihasilkan dari burung puyuh. Meskipun bentuknya lebih kecil dibanding telur ayam, namun kandungan gizi dan manfaat kesehatannya tak bisa disepelekan.
Burung puyuh memang lebih dikenal melalui sajian telurnya. Tapi selain itu, daging dari burung puyuh pun sebenarnya juga dapat dikonsumsi, meskipun olahannya sendiri tidak sepopuler daging ayam, sapi, atau bahkan telur puyuhnya.
Meskipun tubuhnya kecil, tapi daging burung puyuh dinilai memiliki kandungan yang kaya nutrisi. Berbagai manfaat kesehatan pun bisa datang dari konsumsi daging burung ini. Namun, Anda juga harus berhati-hati. Pasalnya, terdapat efek samping makan daging burung puyuh, meskipun efek samping ini muncul dari kondisi tertentu atau karena kebiasaan makan kita.
Dalam artikel kali ini, kami tidak hanya akan menjelaskan bagaimana manfaat dari daging burung puyuh saja, tapi juga efek samping makan daging burung puyuh yang kemungkinan akan muncul.
Advertisement
Kandungan Nutrisi Daging Burung Puyuh
Meskipun ukurannya kecil, burung puyuh memiliki nilai gizi yang luar biasa. Dalam tiap 92 gram daging burung puyuh, terdapat kandungan nutrisi antara lain:
Kalori: 123
Lemak: 4,2 gram
Kolesterol: 64,4 mg
Sodium: 46,9 mg
Potasium: 218 mg
Protein: 20 gram
Vitamin A: 2% AKG
Vitamin B6: 38% AKG
Vitamin B12: 19% AKG
Vitamin C: 12% AKG
Kalsium: 2% AKG
Zat besi: 20% AKG
Magnesium: 6% AKG
Fosfor: 25% AKG
Zinc: 15% AKG
Copper: 28% AKG
Selenium: 23% AKG
Thiamine: 18% AKG
Riboflavin: 16% AKG
Niacin: 38% AKG
Folat: 2% AKG
Kandungan vitamin dan mineral menjadi keunggulan dari daging burung puyuh, terutama kandungan vitamin B6, niacin, fosfor, dan juga zat besi. Tapi, ada baiknya untuk mengonsumsi daging burung puyuh, karena kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi. Hal inilah yang perlu diwaspadai dan menjadi salah satu efek samping makan daging burung puyuh.
Advertisement
Sebelum mengetahui efek samping makan daging burung puyuh, kita juga perlu mengenal potensi kesehatan dari daging burung puyuh ini seperti yang dilansir dari healthandhealthier.com.
Kaya akan protein
Daging burung puyuh kaya akan protein. Orang yang ingin membentuk otot atau seorang binaraga dapat mengonsumsi daging ini. Konsumsi daging puyuh dua kali seminggu, dan Anda akan melihat sendiri perbedaannya. Karbohidrat dan glukosa dalam tubuh digantikan oleh protein tinggi yang ada di dalam daging ini, dan pada akhirnya membantu pembentukan otot, serta membantu memenuhi kebutuhan protein harian.
Meningkatkan penglihatan mata
Daging puyuh memiliki kandungan vitamin A yang tinggi. Meski vitamin A pada burung puyuh lebih rendah dari wortel, namun tetap memiliki manfaat dan pengaruh untuk mengurangi masalah mata. Kehadiran lutein dan zeaxanthin membuat retina menjadi kuat. Kedua nutrisi ini melindungi mata dari cahaya biru yang masuk ke mata.
Meningkatkan kesehatan kulit
Daging burung puyuh tidak hanya memiliki kandungan Vitamin A dan Vitamin B, tetapi juga mengandung Vitamin E. Vitamin E berguna mencegah penuaan dini dan juga membantu dalam regenerasi kulit.
Memperkuat tulang
Puyuh mengandung fosfor dan kalsium dalam dagingnya. Kedua nutrisi ini memiliki manfaat dalam merawat tulang. Nutrisi ini juga memainkan peran penting dalam pengobatan osteoporosis ( disebabkan karena kurang kalsium dan fosfor)
Advertisement
Mengatasi gejala sistem pernapasan
Konsumsi daging puyuh dapat mengatasi masalah pernapasan. Penyakit pernapasan seperti asma, TBC, dan distrofi pembuluh darah dapat diobati dengan mengonsumsi daging puyuh.
Meningkatkan imunitas
Jika kita mengkonsumsi daging burung puyuh secara rutin maka dapat meningkatkan kekebalan dalam tubuh kita. Peningkatan kekebalan ini akan membantu mencegah tubuh terpapar penyakit asing dengan membunuh bakteri dan parasit yang masuk ke dalam tubuh kita.
Menyembuhkan anemia
Zat Besi yang tinggi pada daging burung puyuh memiliki fungsi untuk mengatasi anemia atau darah rendah. Ini juga berkontribusi pada produksi hemoglobin dan eritrosit dalam tubuh kita.
Mengatasi sistem pencernaan
Sistem pencernaan menyerap makanan yang dibundel oleh darah. Ketika sistem pencernaan terganggu, dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan karena proses penyerapan makanan juga terganggu. Gejala gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri ini dapat disembuhkan dengan mengonsumsi daging daging puyuh.
Advertisement
Efek Samping Makan Daging Burung Puyuh
Selain karena kolesterolnya, efek samping makan daging burung puyuh ada pada orang yang menderita nyeri sendi, yang juga dikenal sebagai radang lutut. Protein yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi daging puyuh secara rutin.
Kemudian efek samping makan daging burung puyuh juga bisa muncul jika kita mengonsumsi daging burung puyuh secara berlebihan. Dilansir dari drhealthbenefits.com, terdapat beberapa resiko jika kita terlalu banyak mengonsumsi daging burung puyuh, seperti:
- Gejala ginjal
- Memicu batu ginjal
- Memblokir penyerapan nutrisi
- Merusak sistem metabolisme
- Anemia
- Dermatomiositis
- Tekanan darah rendah
- Alzheimer.
- Meningkatkan protein Ovomukoid