Ramai Perbincangan Salat Jumat Dua Gelombang, MUI Jabar Beri Penjelasan

Kamis, 4 Juni 2020 06:42 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Ramai Perbincangan Salat Jumat Dua Gelombang, MUI Jabar Beri Penjelasan Ilustrasi Salat Berjamaah. Pinterest ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menjelaskan terkait ramainya perbincangan Salat Jumat dua gelombang akibat Physical Distancing dan Pandemi Corona. Rafani Achyar selaku Sekretaris MUI Jabar menyatakan bahwa pelaksanaan Salat Jumat secara dua gelombang atau lebih tidak diperbolehkan.

Pernyataan tersebut mengacu dari Fatwa MUI 2000 yang menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Jumat harus tetap dilaksanakan sekali dalam satu waktu saja.

"Jadi itu dianggap tidak sah berdasarkan fatwa MUI pusat Tahun 2000. Tetap itu satu sesi, tidak boleh dua gelombang," kata Rafani di Bandung, Rabu (03/6) dilansir dari Antara.

1 dari 4 halaman

Tetap Dilakukan Walaupun Tak Kebagian Tempat

salat jumat di masjid fatih turki

Salat Jumat di Luar Masjid/©BULENT KILIC/AFP

Rafani mengungkapkan, jika terpaksa tidak mendapatkan tempat yang memungkinkan, tempat paling belakang itu lebih baik. Terpenting tidak dilaksanakan secara dua gelombang dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Umpamanya kalau pun kapasitasnya dibatasi, tidak apa-apa sampai ke belakang, sampai ke jalan juga gitu. Demi memperhatikan protokol medisnya," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Mempersingkat Durasi di Masjid

Rafani juga berpesan kepada para khatib agar sebisa mungkin mempersingkat durasi khutbah. Hal ini agar pelaksanaan salat jumat tidak terlalu lama sehingga tidak berpotensi ke hal yang tidak diinginkan terkait Corona.

"Kita sudah menganjurkan kutbahnya tidak boleh panjang-panjang, jadi proporsional saja. Termasuk imam, membaca ayatnya jangan yang panjang-panjang," katanya.

Menurutnya, saat ini yang penting adalah tetap menjalankan perintah untuk beribadah dan tetap mematuhi protokol yang berlaku. Setelah selesai pelaksanaan salat, para jamaah pun diimbau agar segera untuk kembali ke rumah masing-masing. Hal ini untuk meminimalisir kerumunan yang sekiranya tidak perlu.

"Setelah selesai shalat, jangan melakukan kerumunan-kerumunan, salam-salaman. Jadi setelah dzikir, shalat sunah, langsung bubar saja," imbaunya.

3 dari 4 halaman

Tanggapan MUI Pusat

Sementara itu, senada dengan MUI Jabar, MUI Pusat juga mengimbau agar masyarakat tidak menunda pelaksanaan salat dalam hal ini dibagi menjadi dua gelombang atau lebih.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas mengungkapkan bahwa MUI saat ini telah mengeluarkan fatwa yang merujuk tentang pelarangan salat jumat dua gelombang karena tidak ada syariat yang kuat.

"Apalagi di dalam Al Quran kita diperintah Allah SWT bersegera ke masjid bila telah dipanggil melaksanakan Shalat Jumat," kata Anwar 

4 dari 4 halaman

Tidak Ada Dalam Islam

Ia juga menambahkan jika kegiatan menunda-nunda salat adalah perbuatan yang tercela dalam Islam. Menurutnya menunda pelaksanaan salat jumat dengan membagi ke dalam dua gelombang sama halnya dengan melalaikan ibadah mingguan bagi laki-laki muslim.

"Jadi dengan kata lain kita tidak boleh melakukan sholat jumat di masjid yang orang sudah selesai melaksanakannya di tempat itu," katanya

Anwar menambahkan jika alasan 'physical distancing' untuk membagi salat jumat ke dalam dua gelombang tidak kuat. Mengingat pelaksanaan salat jumat bisa dilaksanakan di mana pun.

Termasuk di luar masjid yang tersedia. Seperti musala, aula, ruang pertemuan, sekolah atau bangunan yang berada di sekitar masjid yang diubah sebagai tempat untuk salat jumat.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini