Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menikmati Eksotisme Pasir Lulumpang Garut, Situs Sejarah yang Punya Kisah Unik

Menikmati Eksotisme Pasir Lulumpang Garut, Situs Sejarah yang Punya Kisah Unik Situs pasir lulumpang garut. Instagram @nomadicmind18 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di Kabupaten Garut, Jawa Barat terdapat sebuah situs unik dengan beberapa punden batu peninggalan zaman megalitikum, bernama Pasir Lulumpang. Sebuah tempat bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah.

Cagar budaya yang terletak di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut tersebut menyimpan keindahan serta nilai sejarah yang kuat.

Dari lokasi yang berjarak sekitar 11 KM dari Garut kota tersebut terdapat 7 punden dengan tipe berundak dan banyak di antaranya yang memiliki bentuk lulumpang (lubang-lubang di tengah) layaknya cobek.

Namun dari 7 yang tersedia di lokasi, hanya tersisa 3 karena tak terawat maupun tertutup semak belukar.

Peninggalan Ritual Pertanian

situs pasir lulumpang garut

Instagram @nomadicmind18 ©2020 Merdeka.com

Dikutip dari disparbud.jabarprov.go.id, cagar budaya yang ditemukan pemerintah sejak tahun 1994-95 itu merupakan sebuah lokasi untuk melakukan ritual rasa syukur atas limpahan panen yang diterima masyarakat.

Diketahui lubang lulumpang tersebut diidentikan dengan lesung yang mirip dengan tempat penumbukan padi, yang biasa digunakan dalam upacara adat lalaksa, hajat bumi maupun seren taun secara berkala.

Terdapat Beberapa Jenis Undakan

Di lokasi yang ditumbuhi pepohonan serta menyatu dengan kebun-kebun masyarakat setempat itu, para pengunjung akan menemukan beberapa jenis bebatuan lulumpang yang terdiri dari sususan teras bertingkat seperti.

Punden I terletak pada sisi barat bukit yang menempati lahan seluas 73 x 38 x 42 m, dengan orientasi punden ke arah timur-barat. Punden I terdiri dari 13 undakan/teras dari bahan batu andesit.

  • Teras I merupakan teras yang paling atas berbentuk trapesium dengan ukuran 30,5 m x 13,5 m, tanahnya relatif datar dan luas banyak ditanami pohon jati, ditemukan 2 buah lumpang batu dan susunan batu menyerupai bentuk segi tiga.
  • Teras II berukuran 11 m x 4 m, tinggi susunan batu dinding 1,25 m dan ditemukan 1 buah lumpang batu yang posisinya miring serta batu tegak yang berdiri berpasangan.
  • Teras III berukuran 13 x 2,5 m, dengan tinggi 90 cm m, ditemukan 2 buah lumping batu.
  • situs pasir lulumpang garut

    Instagram @nomadicmind18 ©2020 Merdeka.com

  • Teras IV berukuran 5 x 36,5 m, dengan ketinggian dinding 90 cm, susunan batu masih kompak dan teratur.
  • Teras V hampir sama ukurannya dengan teras IV, tetapi ketinggian dinding 160 cm, sebagian besar dinding mengalami kerusakan karena akar-akar pohon jati;
  • Teras VI berukuran 36,5 m x 4 m dan tinggi dinding 160 cm, susunan batu pada beberapa bagian telah rusak dan hilang.
  • Teras VII berukuran 36,5 m x 5 m, dengan tinggi dinding teras 160 cm, sebagian batu telah hilang.
  • Teras VIII berukuran 36,5 m x 3 m, dengan tinggi dinding teras 120 cm.
  • Teras IX berukuran 36,5 m x 4 m, dengan tinggi dinding teras tersisa 1 m, kondisi teras masih utuh.
  • Teras X berukuran 36,5 m x 4 m, dengan tinggi dinding teras 160 sebagian besar batu masih utuh.
  • Teras XI berukuran sama dengan teras X, kondisi batu utuh.
  • Teras XII merupakan undakan tanah, batu sudah tidak ada lagi berukuran 36,5 m x 5 m, dengan tinggi dinding teras 160 cm.
  • situs pasir lulumpang garut

    Instagram @nomadicmind18 ©2020 Merdeka.com

  • Teras XIII undakan tidak utuh lagi dan susunan batu tidak ada lagi berukuran 36,5 m x 2,5 m, dengan tinggi dinding undakan 40 cm.
  • Punden Berundak II terletak kurang lebih 80 m dari Punden berundak terdiri dari 9 undakan atau teras dibuat dari bahan batu andesit.

    Punden II mempunyai undakan teratas (I) berukuran 12 x 9 m dan tinggi undakan 120 m, sedang undakan paling bawah berukuran 33 m x 4 m, tinggi dinding 120 cm.

    Beragam Kisah Unik

    Dalam situs yang dianggap sakral tersebut, menurut warga setempat terdapat hal unik yang biasa terdengar secara sama-samar di waktu tertentu.

    Kejadian tersebut biasanya terjadi di dua waktu khusus. Pertama malam Selasa dan malam Jum’at.

    Ia menjelaskan jika dahulu pernah terdengar suara mirip gamelan pada malam hari di area situs. Sehingga membuat warga di sana berbondong-bondong mendatangi tempat peninggalan purbakala tersebut.

    "Suara gamelan terdengar saat malam Selasa dan Jumat," ucap Iin, selaku juru kunci di situs Lulumpang.

    situs pasir lulumpang garut

    Instagram @nomadicmind18 ©2020 Merdeka.com

    Selain itu masyarakat di sana juga mempercayai adanya legenda kuda sembrani di kawasan situs. Warga setempat mengaku kerap mendengar suara kuda tengah berlari dan minum di Danau Gabus yang terletak tidak jauh dari Situs Pasir Lulumpang.

    Saat ini situs pasir lulumpang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat di waktu-waktu tertentu. Beberapa di antaranya adalah mahasiswa yang akan menjadikan tempat tersebut sebagai objek penelitian atau tugas kuliah mereka.

    (mdk/nrd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP