Mengenal Proses Audit beserta Tujuan dan Jenis-jenisnya
Merdeka.com - Dalam pikiran banyak orang, proses audit mungkin dibayangkan seperti aktivitas untuk menyelidiki dan memantau efisiensi dan keamanan proses organisasi. Namun, aktivitas proses audit bisa lebih dari itu.
Proses audit ini merupakan prosedur yang digunakan sering organisasi karena dalam hasil dari proses ini cukup efektif dalam menemukan kemacetan dan pemborosan, sehingga dapat membantu untuk meningkatkan produktivitas dalam suatu perusahaan.
Dilansir dari heflo.com, fokus dalam proses ini sering digunakan untuk menemukan kerentanan dan risiko dalam bisnis, tidak harus dengan maksud untuk mengungkap pihak yang bersalah, tetapi mencari solusi.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai proses audit, berikut kami jabarkan mengenai proses audit beserta tujuan dari proses audit.
Definisi Proses Audit
Proses audit didefinisikan sebagai serangkaian tindakan dan prosedur untuk mengontrol organisasi. Proses ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan bahwa proses dilakukan secara efektif dan mengikuti mekanisme kontrol yang sesuai. Proses ini juga bertujuan untuk mendeteksi peluang perbaikan dalam proses audit.
Audit sendiri adalah laporan yang diberikan dari analisis operasi bisnis tertentu. Operasi bisnis diperiksa dengan cermat di samping standar yang ditetapkan. Standar ini ditetapkan oleh pemerintah, badan pengatur, atau bisnis yang diaudit itu sendiri.Audit dapat mencakup operasi bisnis apa pun, seperti:
Tujuan Proses Audit
Setiap organisasi memiliki tujuan strategis yang ingin dicapai. Salah satu tujuan dari proses audit adalah untuk memverifikasi bahwa semua proses perusahaan berjalan sesuai dengan visi strategis dan bahwa mereka memberikan nilai yang dibutuhkan pelanggan internal dan yang diinginkan oleh eksternal.Ini mungkin tampak seperti tujuan utama dari proses audit, tetapi proses audit masih memiliki beberapa tujuan lainnya, yaitu:
Proses Audit
Dilansir dari bgsu.edu, berikut adalah langkah-langkah dalan proses audit:
Pra-Perencanaan
Pra-perencanaan memberikan pemahaman awal tentang risiko, tanggung jawab, dan proses utama dari operasi yang diaudit. Pra-perencanaan umumnya diselesaikan selama proses pengembangan rencana audit tahunan atau sebelum "Audit Kick-off".Selama pra-perencanaan, auditor akan bertemu dengan kepala departemen untuk mendapatkan pemahaman umum tentang ruang lingkup dan skala operasi Anda. Auditor juga dapat meminta tur situs atau pengenalan staf kunci.
Perencanaan
Perencanaan melibatkan pengembangan pemahaman rinci tentang proses operasi. Perencanaan umumnya melibatkan wawancara tatap muka, ekstraksi data sampel, dan pengembangan rencana pengujian untuk kerja lapangan.
Selama perencanaan, auditor mungkin akan mewawancarai beberapa karyawan departemen, mengawasi mereka melalui transaksi, atau meminta data dalam jumlah terbatas. Karyawan mungkin juga perlu membantu menyediakan akses ke aplikasi atau lokasi.
Kerja Lapangan
Selama kerja lapangan, analisis transaksional atau analitis akan dilakukan untuk menentukan kecukupan kontrol, seperti apakah segala sesuatunya berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak.
Dalam kerja lapangan, karyawan mungkin perlu memberikan data tambahan kepada auditor atau menjawab pertanyaan tindak lanjut. Jika masalah teridentifikasi, individu kunci akan bekerja dengan auditor untuk memastikan bahwa temuan akurat dan umpan balik yang dibutuhkan tepat waktu.
Pelaporan
Dokumentasi dari setiap temuan yang teridentifikasi akan diringkas dalam sebuah laporan kepada manajemen. Laporan tersebut akan mengidentifikasi masalah-masalah yang membutuhkan penyelesaian atau solusi.
Selama fase pelaporan, supervisor dan karyawan departemen akan menjadi peserta aktif dalam memastikan laporan tersebut akurat secara faktual, dan bahwa masalah yang memerlukan umpan balik memiliki rencana tindak lanjut yang jelas.
Tindakan Perbaikan
Proses tindakan perbaikan adalah langkah terakhir dari proses audit. Proses ini telah ditetapkan untuk memastikan bahwa masalah yang teridentifikasi diselesaikan secara tepat waktu.
Pada langkah ini, supervisor departemen akan bekerja sama dengan Direktur Audit untuk mengkomunikasikan bahwa tindakan yang disetujui telah diselesaikan. Setelah tindakan ditutup, tidak diperlukan tindakan audit lebih lanjut.
Jenis Proses Audit
Proses audit juga memiliki beberapa jenis proses audit. Ada tiga jenis utama dari proses audit yang akan dijelaskan, yaitu:
1. Proses Audit Preventif:Jenis proses audit ini adalah cara untuk mengantisipasi masalah, menyajikan serangkaian pedoman agar proses berlangsung dengan baik dan melakukan indikasi, misalnya, atribusi dan tanggung jawab yang melekat padanya.
2. Proses Audit Detektif:Digunakan untuk mendeteksi jika ada anomali dalam prosesnya, tetapi tanpa menunjukkan cara untuk memperbaikinya.
3. Proses Audit Korektif:Dalam kasus ini, setelah proses audit mendeteksi suatu masalah, ia harus menyelidiki penyebabnya guna menyarankan cara untuk memperbaikinya.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya