Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Dispepsia, Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyakit Dispepsia, Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya Ilustrasi sakit perut. Shutterstock/Hakan Kiziltan

Merdeka.com - Dispepsia merupakan penyakit yang terjadi di daerah perut bagian bawah. Gangguan ini kerap memunculkan gejala berupa rasa nyeri pada ulu hati, kembung, mual, muntah, dan lain sebagainya. Nyeri ini dapat hilang dan timbul, tetapi biasanya terjadi secara terus-menerus.

Dispepsia biasanya disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang cenderung tidak sehat. Selain itu, dispepsia juga bisa dikaitkan dengan infeksi, kondisi pencernaan atau kelebihan asam lambung.

Di sini asam lambung memecah mukosa sehingga menyebabkan iritasi dan pembengkakan. Di mana hal ini memicu rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. Biasanya penyakit dispepsia sering kali dirasakan pada saat makan atau setelah mengonsumsi makanan dan minuman. Meskipun rasa tidak nyaman sudah mulai bisa dirasakan sebelum makan. Saat menjelang makan, lambung akan menghasilkan asam.

Nah, pada kondisi tertentu jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat sehingga menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung. Bahkan keluhan bisa terasa hingga kerongkongan. Keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dispepsia dikenal sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag.

Penyakit dispepsia ini tidak bisa dianggap remeh. Tanpa adanya perbaikan pola hidup maupun pemeriksaan dan penanganan yang tepat dari dokter, dispepsia bisa menjadi gejala penyakit pencernaan yang parah. Untuk mencegahnya ada baiknya kamu mengenali baik gejala hingga cara mengatasinya.

Berikut informasi mengenai penyakit dispepsia dari gejala hingga cara mengatasinya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan halodoc.com pada Kamis, (2/7/2020)

Gejala Dispepsia

Seseorang yang mengalami dispepsia kerap mengeluhkan beberapa gejala yang dirasakannya seperti berikut ini:

  • Rasa cepat kenyang saat makan.
  • Kembung dan begah setelah makan.
  • Timbulnya rasa tak nyaman di bagian ulu hati, bisa pula disertai rasa sakit dan perih.
  • Rasa terbakar atau panas di ulu hati. Kadang-kadang rasa terbakar ini bisa menjalar dari ulu hati hingga ke tenggorokan.
  • Mual dan kadang-kadang dapat disertai dengan muntah meskipun hal ini jarang terjadi.
  • Cara Mengatasi Dispepsia

    Ada beragam cara yang biasanya dilakukan oleh penderita penyakit dispepsia untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun, pengobatan untuk penyakit dispepsia ini sangat beragam tergantung pada apa yang menyebabkannya dan seberapa kuat dan sering gejala yang dirasakan.

    Akan tetapi, pertolongan pertama untuk mengatasi nyeri ulu hati atau dispepsia dapat dilakukan dengan meminum obat yang direkomendasikan oleh dokter. Misalnya, dengan mengonsumsi obat yang mengandung antasida untuk mengurangi asam lambung. Jangan lupa untuk makan makanan apa pun yang ada, memperbanyak konsumsi air putih, serta istirahat.

    Selain itu, kebanyakan orang mampu mengatasi maupun mencegah gangguan pencernaan dengan membuat perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih baik dan tentu saja lebih sehat. Berikut beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup untuk mengatasi penyakit dispepsia.

  • Makan sedikit demi sedikit dan kunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh.
  • Hindari makanan yang berlemak dan pedas seperti makanan olahan, minuman bersoda, kopi, teh, alkohol, rokok, dan lainnya yang bisa memicu produksi asam lambung berlebih.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Lakukan olahraga secara teratur.
  • Mengelola stres.
  • Hindari kebiasaan segera berbaring setelah makan. Kamu bisa menunggu setidaknya dua hingga tiga jam setelah makan sebelum berbaring.
  • (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP