Melihat Kondisi Cianjur 10 Hari Usai Gempa, Pertokoan hingga Kantor Masih Ditutup

Kamis, 1 Desember 2022 13:23 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Melihat Kondisi Cianjur 10 Hari Usai Gempa, Pertokoan hingga Kantor Masih Ditutup Suasana perkotaan Cianjur. ©2022 Instagram @visitcianjur/Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, perlahan mulai bangkit. Sepuluh hari pasca gempa bumi 5,6 SR yang melanda Senin (21/11) lalu, geliat perkotaan mulai tampak walau masih terbatas.

Seperti terpantau di wilayah perkotaan, sejumlah ruas jalan mulai dipadati kendaraan dari masyarakat yang mulai beraktivitas. Namun beberapa bangunan masih ditutup, dan diberlakukan sterilisasi dari warga di sana.

Kondisi ini terlihat pada hari Rabu (30/11), dengan aktivitas pemulihan infrastruktur pasca bencana gempa Cianjur sudah terlihat rampung. Berikut informasi selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Kepadatan Kendaraan Terjadi di Jalan KH Abdullah

kondisi pasca gempa di perkotaan cianjur

Suasana perkotaan Cianjur ©2022 Instagram @visitcianjur/Merdeka.com

Dilansir dari ANTARA, Kamis (1/12) tampak kepadatan lalu lintas di jalanan perkotaan Cianjur, mulai dari Jalan KH Abdullah hingga arah Jalan Nasional yang menuju ke wilayah Cugeunang.

Kemudian, kemacetan juga terjadi di kawasan menuju Kecamatan Nagrak ke arah Desa Benjot, juga Jalan Rancagoong ke Warung Jengkol.

Situasi tak jauh berbeda juga terlihat di kawasan Jalan Siliwangi, dan Jalan Siti Jenab. Selain jalan, aktivitas keramaian manusia juga terjadi di beberapa titik, terutama pos-pos penyaluran bantuan.

3 dari 4 halaman

Pusat Keramaian Masih Dirantai

Untuk bangunan, sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan masih belum tampak aktivitas yang signifikan. Kebanyakan masih dilakukan sterilisasi, melalui penyegelan menggunakan rantai hingga imbauan menggunakan spanduk.

Selain pusat perbelanjaan besar, toko-toko klontong kecil juga terpantau masih tutup, juga sejumlah rumah di pinggir jalan.

Walau demikian, geliat di Pasar Ramayana Cianjur mulai terlihat dipenuhi pengunjung. Kebanyakan mereka mulai membeli kebutuhan sehari-hari, serta barang lainnya.

Demi memudahkan pengaturan lalu lintas, sejumlah polisi juga tampak disiagakan di sekitar simpul keramaian.

4 dari 4 halaman

Terlihat Spanduk Di Sini Bukan Area "Wisata" Bencana

Di luar tenangnya kondisi jalan, yang sesekali tersendat, terdapat sejumlah spanduk yang ditulis oleh warga. Spanduk itu berisi penolakan akan hadirnya “Wisata” bencana yang meresahkan.

Diungkap Koordinator Misi Pencarian Basarnas, Jumaril, “wisata” bencana ini memang kerap terjadi. Kebanyakan warga yang melintas melakukan selfie, sehingga membuat para korban tidak nyaman.

Menurut Jumaril, ini juga yang membuat penyaluran bantuan ke para korban menjadi terhambat, karena memicu kemacetan lalu lintas.

"Wisata bencana kalau bisa dihindari. Mobilitas logistik kami terhambat, bukan hanya makanan, tapi juga peralatan. Itu juga kan terhambat," kata dia.

Adapun spanduk sendiri terpasang di jalan masuk menuju pengungsian penduduk di Jalan Nagrak Salahuni.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini