Majalengka Punya Varian Durian "Lato-Lato", Aromanya Menyengat dan Rasanya Nikmat
Merdeka.com - Lato-lato ternyata bukan hanya sebatas nama mainan. Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, nama ini digunakan oleh para petani durian lokal untuk menyebut durian hasil panen mereka. Rasa buahnya tak perlu diragukan, karena komoditas ini memiliki aroma kuat dengan tekstur legit yang khas.
Namun begitu, lato-lato bukanlah nama sebenarnya dari durian ini. Nama ini dipilih untuk mengenalkan varian durian lokal asal Blok Sinapeul yang sengaja diikat menggunakan tali sehingga menyerupai permainan yang kini banyak digandrungi itu.
Untuk mendapatkan jenis durian lezat ini, penikmat bisa datang ke Kecamatan Sindangwangi, Majalengka.
“Tadi nyobain yang durian emas sama yang lato-lato ini, enak banget sih. Nggak kalah sama varian durian lokal Majalengka lainnya” kata salah satu penikmat durian bernama Iis seperti dilansir dari Antara.
Alasan Petani Memberi Nama Durian Lato-Lato

Durian Sinapeul Majalengka ©2023 YouTube Durian Sinapeul/Merdeka.com
Durian “Lato-Lato” dari Blok Sinapeul ini memang memiliki bentuk yang beda dari jenis lainnya. Secara tampilan, buah ini lebih bulat dan tidak lonjong. Durinya pun besar-besar dan tidak terlalu tajam seperti durian lainnya.
Para petani akan mengikat dua buah durian di seutas tali sehingga saat dibawa oleh pembeli akan sangat mirip dengan bentuk permainan lato-lato yang tengah viral itu.
“Ini diberi nama demikian karena bentuknya bulat, seperti permainan lato-lato gitu ya,” kata penjual durian setempat bernama Iwi.
Punya Rasa yang Kuat
Durian asli Sinapeul ini memang berbeda dari jenis durian lokal Jawa Barat kebanyakan. Daging buahnya cukup tebal dengan biji yang licin sehingga mudah terlepas. Teksturnya amat legit dengan aromanya yang sangat kuat, sehingga bisa tercium dari radius beberapa meter.
Penikmat bisa mencicipi sensasi lezatnya durian ini di tempatnya langsung, karena Iwi sudah menyediakan tempat mirip saung untuk tempat memakan durian jualannya. Pengunjung juga bisa dengan bebas memilih durian sesuai keinginannya.
Durian versi lato-lato yang dijual Iwi memiliki harga yang bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu tergantung ukurannya.
Identik dengan Majalengka
Durian jenis Sinapeul ini sebelumnya menjadi salah satu komoditas yang dimiliki oleh Kabupaten Majalengka. Di Kecamatan Sindangwangi, ada banyak warga yang menanamnya di kebun-kebun sekitar.
Saat masa panen, durian-durian itu bisa dengan mudah ditemukan di pinggir-pinggir jalan desa. Seluruhnya menjual buah dengan kualitas lokal terbaik. Harganya pun bisa ditawar, sesuai varian dan kualitasnya.
Penjual lainnya bernama Titin mengaku bisa menjual durian hingga 400 buah saat musim libur di masa panen.
“Kami juga memberikan servis yang baik seperti memberi tester dulu sebelum durian itu dibeli. Kalau tidak jadi beli juga tidak apa-apa. Ganti saja dengan durian baru kalau ternyata durian yang dipilih tidak manis. Jadi tidak asal durian saja,” katanya seperti dilansir dari Liputan6.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya