Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peninggalan Megalitik hingga Hindu-Budha, Ini Fakta Temuan Situs Dingkel Indramayu

Peninggalan Megalitik hingga Hindu-Budha, Ini Fakta Temuan Situs Dingkel Indramayu Penemuan struktur candi di Indramayu. ©2020 Liputan6/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dari Banten, Minggu (13/12) kemarin masih terus melakukan pendalaman terkait temuan situs Dingkel di Kabupaten Indramayu beberapa waktu belakangan.

Dari hasil simpulan sementara disebutkan bahwa situs Dingkel diduga merupakan sisa peninggalan masa Hindu-Budha di wilayah tersebut.

Hal tersebut turut didukung Dedy S Musashi, selaku ketua dari tim ahli TACB yang menyebut jika situs tersebut diduga merupakan bekas candi sehingga melengkapi jejak peradaban di wilayah Indramayu masa lampau.

“Pada masa prasejarah ditemukan fosil Stegodon dan gigi Carcarocles Megalodon atau ikan hiu purba di Ciwado, Terisi, Indramayu. Fosil tersebut hidup masa Miosin hingga Plestosin pada 2,6 juta hingga 1,8 juta tahun lalu. Selain itu di tempat itu, ditemukan tradisi batu besar (megalitik) yang saat ini masih digunakan untuk pemujaan. Indramayu kaya akan tinggalan cagar budaya. Dari fosil, candi, masjid kuna sampai makam Belanda (Kerkoof) dan bangunan bergaya Eropa kita punya," papar Dedy, Minggu (13/12/2020) seperti mengutip dari Liputan6.

Potensi Wisata

penemuan struktur candi di indramayu

©2020 Liputan6/editorial Merdeka.com

Menurutnya temuan tersebut bisa dijadikan sebagai acuan sebagai potensi objek wisata baru di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Bahkan ia tengah merencanakan untuk mendiskusikan rencana tersebut dengan mengajak eksekutif dan legislatif untuk bersama membahas potensi kekayaan cagar budaya di situs kuno yang berada di kawasan Desa Sambimaya, Juntinyuat itu.

"Ini imbasnya pada peningkatan PAD daerah. Untuk itu, harus bersama-sama dibahas,” lanjut Dedy.

Mirip Candi

tim cagar budaya indramayu temukan struktur diduga bangunan candi

©2020 Merdeka.com

Sementara itu, dari proses ekskavasi yang dilakukan di Blok Dingkel sendiri telah ditemukan sebanyak 21 susunan lapisan bata merah, serta sudut bangunan yang diduga sebagai struktur bangunan candi.

Tidak hanya itu, tim ahli juga menemukan beberapa benda lainnya seperti pecahan keramik Eropa, fragmen tepian gerabah dan arang yang diduga peninggalan peradaban di masa lampau.

Menurut arkeolog senior dan ahli candi Indonesia, Prof Dr Agus Aris Munandar meyakini jika kawasan Dingkel merupakan kawasan pemukiman umat Budha di masa lampau. Bahkan ia menyebut jika situs Dingkel memiliki kesamaan dengan situs Batujaya di Karawang dan situs Muaro di Jambi."Saya meyakini ada reruntuhan stupa besar di kawasan itu dan perlu dilakukan penelitian dan ekskavasi secara berkala agar segera terungkap," katanya.

Dihentikan Sementara

penemuan struktur candi di indramayu

©2020 Liputan6/editorial Merdeka.com

Saat ini proses penggalian struktur dihentikan sementara dengan diberikan patok cor semen sebagai pembatas koordinat situs dan diberikan penutup plastik untuk melindungi situs dari aktivitas masyarakat. Tim arkeolog juga telah mengamankan serpihan bata merah ke tempat yang aman.

Ketua Tim Penelitian Dan Penyelamatan Situs Dingkel, Soni Prasetiya Wibawa mengungkapkan jika ekskavasi dan penelitian lebih lanjut akan dilakukan kembali di tahun depan.

Dalam proses ekskavasi, penelitian hingga pengungkapan identitas situs dingkel, diperlukan anggaran yang tidak sedikit dan multiyear sehingga dalam hal ini dibutuhkan peran serta pemerintah daerah untuk bersama mengangkat situs tersebut secara tuntas.

"Tidak saja oleh BPCB Banten penelitian tersebut akan dilakukan melainkan oleh Balai Arkeologi Jawa Barat atau instansi lain seperti provinsi Jawa Barat maupun Pemkab Indramayu sendiri. Tergantung alokasi anggaran yang disediakan," terang Soni.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP