Fakta Menarik Kemang Jakarta Selatan Sebelum Tahun 2000, Kampung yang Disasar Ekspat karena Jauh dari Hiruk Pikuk

Ada banyak fakta menarik dari Kemang, mulai dulu dikenal sebagai kampung terpencil hingga dapat julukan tempat jin buang anak.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Fakta Menarik Kemang Jakarta Selatan Sebelum Tahun 2000, Kampung yang Disasar Ekspat karena Jauh dari Hiruk Pikuk
Fakta Menarik Kemang Jakarta Selatan Sebelum Tahun 2000, Kampung yang Disasar Ekspat karena Jauh dari Hiruk Pikuk (Merdeka.com)

Setelah kemerdekaan, pembangunan Jakarta terus digenjot oleh Soekarno dan pemimpin di bawahnya. Keran investasi dibuka selebar-lebarnya, salah satunya supaya Indonesia yang masih seumur jagung bisa lekas bangkit dan berdaya sebagai negara yang berhasil lepas dari penjajahan.

Waktu itu, pembangunan masih difokuskan di Jakarta pusat sebagai area yang dekat dengan kompleks pemerintahan. Wilayah di pinggiran seperti Jakarta Selatan, Timur, Utara hingga Barat masih belum tersentuh pembangunan.

Kemang, jadi salah satu wilayah di DKI Jakarta yang masih berupa kampung dan pedesaan. Lokasi ini masih dipenuhi hutan dan permukiman warga yang jarang-jarang. Suasananya juga teduh dan sejuk. Inilah yang membuat para pengusaha dan ekspatriat menjadikan kemang sebagai kawasan elit.

Dulunya Kemang Dikenal sebagai Kampung Udik

Dulunya Kemang Dikenal sebagai Kampung Udik
Dok. Istimewa

Entah apa yang dimaksud dengan udik, namun istilah ini populer di era 1960 sampai 1980-an. 

Foto: Youtube Walking Daily

Namun ada dugaan, istilah udik merujuk kepada kawasan Kemang yang benar-benar kampung.

Ini diperjelas oleh penjelasan seorang sejarawan Betawi, Alwi Shahab dalam bukunya berujudul: “Robinhood Betawi: kisah Betawi tempo doeloe (2001)”. Menurut dia, wilayah Kemang dikenal cukup sepi dan kesohor sebagai Betawi pinggiran.

Ini sangat berbeda dengan suasana Kemang pasca tahun 2000-an, di mana penuh dengan apartemen, kafe, restoran sampai pusat perkantoran padat hingga dikenal sebagai kawasan elit.

Mata Pencarian Warga Berkebun dan Bertani

Jika digambarkan, suasana Kemang tempo dulu adalah gambaran khas pedesaan tradisional yang diisi oleh masyarakat bersahaja.

Dalam buku tersebut dijabarkan bahwa mata pencarian warga mayoritas adalah petani dan peternak hewan sapi.

Di sana juga terkenal akan hasil kebunnya yakni buah Kemang yang dulu cukup terkenal. Ini sejenis mangga dengan aroma yang harum dan bercita rasa manis asam, sehingga mampu menghidupi warga sekitar dengan cukup.

Antara tahun 1960 – 1970-an, rumah-rumah warga masih berdinding kayu dan bambu dengan atap genteng sederhana. Akses jalannya juga sulit dilalui, ini yang juga membuat Kemang kurang nyaman untuk ditinggali saat itu.

Dikenal Sebagai Tempat Jin Buang Anak

Saking terpencilnya Kemang, ada anekdot yang berkembang bahwa Kemang bukan sekedar kampung, tapi lebih merupakan tempat jin buang anak.

Akses yang sulit dilalui, belum memadainya listrik sampai masih banyaknya perkebunan dan hutan jadi penyebabnya.

Karena masih banyak lahan kosong dan ditumbuhi pepohonan, kawasan Kemang jadi salah satu daerah resapan air.

Air hujan yang membludak mampu masuk ke dalam tanah, karena kondisinya yang belum banyak dijadikan bangunan.

Namun perlahan-lahan, masifnya inveastasi di pusat Jakarta membuat daerah sekitarnya termasuk Kemang dijadikan kompleks permukiman pengusaha.

Kemang Jadi Kampung Modern

Kemang Jadi Kampung Modern
Dok. Istimewa

Bergeser ke tahun 1990-an, kawasan Kemang berganti menjadi permukiman dan mulai dibangun banyak hotel.

Ini terkait mulai banyaknya pengusaha asing yang melipir saat menanam sahamnya di Jakarta.

Ketika itu, Kemang masih cukup sepi dan dianggap menenangkan sehingga banyak dijadikan apartemen serta hotel mewah. Belum lagi, Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat oleh Sutiyoso juga mendukung modernisasi di seluruh Jakarta dan menjadikan Kemang sebagai Kampung Modern melalui SK Gubernur DKI Nomor 144 Tahun 1999.

Upaya ini membuat kegiatan komersialisasi berkembang pesat di Kemang. Rumah-rumah diubah jadi toko ritel, hotel-hotel kelas bawah disulap jadi bintang lima hingga apartemen dan lahan-lahan kosong dijadikan pusat bisnis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sampai tahun 2000-an bahkan hingga sekarang, Kemang terus berkembang menjadi salah satu daerah maju di Jakarta.

Rekomendasi